Pemkot Semarang Targetkan Day Care Stunting Jangkau 16 Kecamatan di 2024

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang terus menekan angka stunting di Ibu Kota Jawa Tengah. Upaya yang dilakukan untuk mencapai zero stunting adalah dengan menargetkan pendirian day care stunting di 16 kecamatan pada tahun 2024.
1. Bangun day care stunting di setiap kecamatan
Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu kepada Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin saat mengunjungi day care stunting Rumah Pelita di Semarang Barat, Kamis (28/12/2023).
Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Ita ini menuturkan, untuk mencegah angka stunting pihaknya bakal membangun day care di setiap kecamatan. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan perhatian kepada anak-anak yang menderita stunting melalui Semarang Berbagi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan pendampingan ibu hamil dan wanita remaja.
“Kami berharap pada tahun 2024 stunting bisa tuntas. Lalu, day care bisa ada di 16 kecamatan, karena saat ini kan masih 8 kecamatan. Namun, day care ini bukan berarti kita mau ada anak stunting lagi, melainkan buat edukasi untuk ibu hamil,’’ katanya.
2. Pencegahan stunting dari lintas sektor
Untuk diketahui, ibu hamil berisiko anemia memiliki potensi anaknya stunting sehingga perlu ada edukasi. Maka, day care ini merupakan penanganan lintas sektor untuk pencegahan stunting.
“Pencegahan tidak hanya anak tapi juga remaja putri, calon pengantin, calon ibu, dan ibu hamil sehingga ini harus dipantau karena bukan hanya mengobati tapi mencegah,” imbuh Ita.
Dalam kunjungan kerja tersebut Wapres Ma’ruf Amin mengapresiasi penanganan stunting Pemkot Semarang. Sebab, angka stunting di Ibu Kota Jawa Tengah kian menurun.
Ma’ruf mengatakan, jika angka stunting di Kota Semarang kembali turun mencapai 1,6 persen atau menjadi 912. Menurutnya hal ini adalah kabar baik dari Pemkot Semarang dalam upaya menuntaskan stunting.
3. Target prevalensi stunting 14 persen pada 2024

“Ini sudah turun 1,6 persen di Kota Semarang. Jadi sudah sangat jauh (angka stunting-red) dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sedangkan untuk data nasional sendiri, pada tahun 2022 angka stunting masih 21 persen. Dirinya yakin target prevalensi stunting 14 persen pada 2024 akan tercapai dengan penurunan sebesar 3,8 persen pertahun.
“Jadi ada beberapa yang memang masih tinggi, tapi laporan BKKBN yang menjadi korlap itu yakin bahwa target 14 persen dicapai,” tandasnya.


















