Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengusaha Apparel Ngeluh Investor Batal ke Semarang, Ini Pemicunya
Para petugas saat apel penutupan posko Lebaran Bandara Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Sejumlah pengusaha mulai mengeluhkan tidak adanya akses rute penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Musababnya, penutupan rute internasional telah mengakibatkan para investor kesulitan menjajaki penanaman modal ke Semarang. 

"Beberapa waktu lalu ada investor dari US. Owner-nya membawa pesawat pribadi dan mau landing di airport terdekat. Saat diminta landing di Jakarta lalu diteruskan penerbangan domestik ke Semarang (owner) tidak mau, bahkan berniat tidak jadi investasi," ujar perwakilan pengusaha dari Busana Apparel Group Ungaran Sari Garmen, Cipto Santoso dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (4/6/2024). 

1. Pengusaha apparel ngaku kurang efisien kalau harus transit ke Jakarta

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana bertemu para penguasa apparel untuk membahas kelanjutan investasi. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Meski begitu, ia mengaku persoalan yang dialami para investor tersebut akhirnya bisa diatasi dengan bantuan dari Pemprov Jateng. Informasi yang ia dapatkan ada dua perusahaan furniturnyang mendapat pesanan eskpor dan bisnisnya tetap berjalan.

"Kalau harus flight ke Jakarta baru ke Semarang kurang efisien. Kalau bisa kembali (menjadi bandara internasional) maka akan sangat membantu iklim bisnis di Jawa Tengah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia pun berterima kasih apabila Bandara Ahmad Yani Semarang dapat menjadi bandara internasional lagi.

2. Eksportir sepatu minta dibuka pelabuhan standar internasional

Aktivitas di pelabuhan SPMT Branch Jamrud Nilam Mirah, Surabaya, Selasa (6/2/2024). (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Selain masalah rute internasional, para pengusaha juga berharap dibukanya pelabuhan berstandar internasional. Pelabuhan ini diharapkan dapat langsung terhubung ke wilayah Eropa dan Amerika tanpa transit di Singapura.

Menurut pewakilan dari PT Selalu Cinta Indonesia, Adam, pihaknya belum bisa mengirimkan produk sepatunya langsung ke Amerika melalui Pelabuhan Tanjung Emas. 

“Tanjung Emas baru sekitar 60-65 persen tujuan ekspor kita. Jarak jauhnya kita masih pakai Tanjung Priok. Saat ini kapal kita masih transit di Singapura, baru ke Eropa dan Amerika," katanya. 

Adam mendorong infrastruktur pendukung transportasi dan perhubungan harus ditingkatkan. Misalnya infrastruktur pendukung trasnportasi publik seperti Trans Jateng agar bisa lebih dioptimalkan menghubungkan semua kabupaten/kota.

3. Nana Sudjana gak bisa janji

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana tidak bisa menjanjikan akan dibukanya lagi rute penerbangan internasional. Ia berkata berbagai upaya sudah ditempuh, mulai komunikasi langsung, hingga bersurat resmi kepada Kementerian Perhubungan. 

Nana berharap, paling tidak ada satu bandara internasional di Jawa Tengah, karena sangat berpengaruh terhadap investasi yang akan masuk.

"Sedang berproses untuk mengupayakan bandara ini. Kami tidak menjanjikan, tapi kami upayakan semaksimal mungkin, minimal salah satu dari dua bandara ini dibuka kembali (untuk penerbangan internasional)," urainya. 

4. Sekda akui Pelabuhan Tanjung Emas sangat sulit dikembangkan

Sekda Jateng Sumarno. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sekda Jateng Sumarno menambahkan, saat ini sedang diupayakan pelabuhan internasional bisa dibangun di Kendal. Mengingat KEK Kendal juga terdapat perusahaan yang produknya ekspor dan harus digulung di kapal langsung.

"Tanjung Emas sangat sulit untuk dikembangkan lagi. Maka kami terus mendorong agar pelabuhan yang di Kendal segera terealisasi," ungkapnya.

Editorial Team

Related Article