Semarang, IDN Times - Penyakit kanker payudara masih menjadi momok bagi setiap perempuan. Bahkan, menurut data Kementerian Kesehatan, kanker payudara menempati urutan pertama dengan jumlah penderita dan menjadi penyebab kematian terbanyak itu.
Perempuan Usia 40 Tahun Perlu Skrining untuk Cegah Kanker Payudara

1. Perempuan perlu periksa USG Mamae rutin
Melansir dari World Cancer Research Fun International, juga menyatakan bahwa kanker payudara merupakan kanker nomor satu perempuan dan kanker paling umum kedua di seluruh dunia. Namun sayangnya, banyak wanita yang tidak menaruh perhatian khusus pada hal tersebut, mungkin karena minimnya informasi atau bisa juga karena tidak menganggapnya penting.
Kampanye pencegahan dan edukasi pun dilakukan agar para perempuan bisa mendeteksi dini penyakit kanker payudara. Seperti Mal Ciputra Semarang yang menggelar acara Breast Cancer Campaign di atrium mal, Senin (7/10/2024).
Kegiatan itu dihadiri oleh puluhan perempuan dan pengunjung mal. Mereka mengikuti talkshow dengan pemateri dokter spesialis penyakit dalam RS Khusus Bedah Columbia Asia Semarang, dokter Aldrich Kurniawan Liemarto, Sp.PD.,FINASIM, AIFO-K.
‘’Penyakit kanker payudara bisa kita cegah dari aktivitas sehari-hari. Bagi perempuan yang sudah berusia 40 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan mammogram atau USG mamae secara rutin setiap tahun untuk mengetahui potensi penyakit tersebut. Apalagi, jika memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara,’’ ungkapnya.
2. Berbagi pengalaman dengan pejuang kanker payudara
Kemudian, lanjut Aldrich, masyarakat terutama perempuan perlu mewaspadai penyakit gaya hidup seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, dan obesitas bisa memicu kanker payudara. Sebab, pasien dengan sakit tersebut memiliki pola hormonal berubah. Ada mutasi genetik yang bisa menyebabkan kanker payudara.
Dengan demikian, prinsip utama adalah mencegah dengan mengubah pola makan dan olahraga. Yakni, dengan memenuhi kebutuhan protein, serat dan air putih. Lalu, menghindari karbohidrat sederhana, makanan tinggi lemak jenuh dan makanan proses.
Selanjutnya, pengalaman pejuang kanker payudara juga disampaikan oleh Shinta Roselyne. Perempuan berusia 52 tahun itu sudah lima tahun berjuang untuk tetap hidup dan menang atas kanker payudara.
“Awal mengetahui terkena kanker payudara adalah karena saya rutin melakukan Sadari (periksa payudara sendiri, red), dan suatu hari saya menemukan benjolan kecil di bawah payudara. Sehingga langsung kontrol ke dokter, syukurlah masih stadium satu, langsung ditangani, dan puji Tuhan karena diketahui sejak dini, sehingga ada kesempatan besar untuk sembuh. Hari ini saya sudah bisa kembali beraktivitas dengan normal,” tuturnya.
3. Pentingnya deteksi kanker payudara sejak dini
Shinta juga mengucapkan terima kasih kepada Mal Ciputra Semarang yang berinisiatif untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya mendeteksi kanker payudara sejak dini .
Pada kesempatan tersebut, Mal Ciputra juga memberikan kesempatan kepada 50 perempuan melakukan pemeriksaan USG Mamae. Mereka di antaranya para mitra ojek online, mahasiswa, dosen, hingga pengunjung.
Kemudian, juga hadir Komunitas CISC (Cancer Information and Support Centre) Suluh Hati Semarang, dimana mereka menyatakan bahwa semangat untuk sembuh dan dukungan dari orang-orang terdekat menjadi salah satu kunci mereka bertahan hidup.
General Manager Mal Ciputra Semarang, Ani Suyatni mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit kanker payudara. Pihaknya juga memberikan pemeriksaan USG Mamae gratis kepada masyarakat.
“Tidak terasa, tahun ini adalah tahun ke delapan kami mengadakan event serupa dalam rangka memperingati Hari Kanker Payudara Internasional,” katanya.