Peternak sapi di Desa Sawahan, Boyolali menunjukkan hewan ternaknya. IDNTimes/Larasati Rey
Adanya program pengembangan energi biogas ini sangat dirasakan oleh para peternak di Desa Sawahan. Salah satu peternak sapi yang sekaligus Ketua Kelompok Tani dan Ternak Cengkir Gading, Suratno mengaku sebelum mengenal teknologi biogas, ia biasanya memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk tanaman.
"Awalnya untuk pupuk saja, tetapi setelah kita tahu ada program itu kita manfaatkan untuk biogas, dan sisa dari biogas itu kan beriupa cairan yang nantinya dimanfaatkan untuk pupuk cair, dan ampasnya atau sluri kuta bikin pupuk tanaman sekitar kita," jelasnya.
Suratno mengatakan jika proses pembuatan biogas dilakukan secara gotong-royong oleh warga, dengan didampingi oleh PT Pertamina. Untuk saat ini energi biogas yang dihasilkan berupa listrik, yang digunakan sebagai penerangan kandang dan jalan menuju ke kandang.
"Biogas digunakan untuk listrik, kita sudah siapkan untuk genjetnya dan keperluan lainnya. Kalau kebutuhan listrik di kandang ini kita hitung sekitar 500 Kwh, sedangkan kapasitas biogas hasilnya 1200 Kwh, sisanya akan dijadikan untuk penerangan jalan, dan kedepan kita juga berupaya untuk menjadikan gas yang bisa digunakan untuk memasak," ungkapnya.
Lebih lanjut, Suratno berharap adanya pengembangan energi biogas ini dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak di Desa Sawahan. Ia mengakui jika para peternak di desannya sebagaian besar berasal dari ekonomi menengah kebawah.
"Harapannya kedepan biar anggota-anggota kita sejahtera bersama dan lewat pemanfatatan biogas dan bimbingan dari pertamina karena kita dari ekonomi-ekonomi yang kurang," harapnya.