Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PKS Solo Bingung, Dukung Gibran, Bajo, Atau Abstain di Pilkada Solo
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail saat memberikan keterangan pers. IDNTimes/Larasati Rey

Solo, IDN Times - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo belum mengambil sikap terkait keikutsertaannya dalam Pilkada Solo 2020. Kendati demikian, PKS mengaku telah menyiapkan tiga sikap dari berbagai sisi.

1. Memilih abstain (golput) atau mendukung

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail saat memberikan keterangan pers. IDNTimes/Larasati Rey

Munculnya dua pasangan calon (paslon) yang maju ke Pilkada Solo, yakni paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, dan paslon dari jalur independen Bagyo Wahyono-FX Suparjo membuat PKS merasa dilema. Pasalnya kedua paslon tersebut dinilai memiliki plus dan minusnya masing-masing.

"Kita dilema. Dalam artian, kan ada tiga sikap yang diatur di Undang-Undang itu. Sikap memilih pasangan A atau pasangan B. Apakah ikut Mas Gibran dan Pak Teguh (koalisi besar) ataukah kita bersama calon perseorangan, Pak Bagyo dan Pak Pardjo. Sikap ketiga yang dilindungi Undang- Undang, sikap abstain (golput)," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail, Senin (7/9/20).

2. Sikap PKS akan diputuskan pada November 2020

IDN Times/Teatrika Handiko Putri

Gofar mengaku sikap PKS untuk memilih salah satu paslon atau abstain tersebut akan diputuskan pada November 2020 mendatang. Sebelumnya, pihaknya akan melakukan jajak pendapat dengan para kader PKS, simpatisan, maupun struktur partai dalam menentukan sikap.

"Sikap resmi kita putuskan November 2020. Sehingga ada waktu untuk kemudian menyampaikan sikap kita." ungkapnya.

PKS menilai dalam pesta demokrasi Pilkada Solo 2020 ini, pihaknya merasa terbajak, lantaran tidak bisa berkomunikasi partai lain di daerah. Yang mana seluruh akses komunikasi dilakukan di pusat (Jakarta). PKS sendiri sebelumnya menyebut jika akan memunculkan pasangan calon sendiri yang bertujuan untuk membentuk koalisi partai politik yang seimbang.

3. Tak mungkin munculkan paslon baru

Gibran-Teguh resmi diusung PDIP di Pilwakot Solo. Istimewa

Ghofar mengaku jika tidak mungkin untuk memunculkan paslon baru dengan diusung oleh partainya sendiri, hal ini karena terganjal dengan tidak memiliki cukup kursi . Sedangkan beberapa parpol lain yang memiliki kursi di parlemen maupun non parlemen sudah memberikan dukungannya kepada paslon Gibran-teguh.

Menurut Ghofar, pihaknya akan mempertimbangkan secara matang sikap yang akan diambil oleh PKS nantinya. Sebab banyak kader PKS yang menunggu pangambilan sikap Partai Keadilan Sejahtera.

"Salah satu pertimbangan kita, kenapa agak berat memutuskan. Karena keputusan yang kita ambil 2020 ini nanti berpengaruh dengan suara PKS di 2024 nantinya," jelas Ghofar.

 

Editorial Team

Related Article