Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Politisi PDIP Minta Isu Reshuffle Tak Hanya Jadi Isu Semata

Politisi PDIP Minta Isu Reshuffle Tak Hanya Jadi Isu Semata
Wakil Komisi VI DPR RI, Aria Bima. (IDN Times/Larasati Rey)
Share Article

Surakarta, IDN Times - Politisi PDIP yang juga Wakil Komisi VI DPR RI Aria Bima meminta isu reshuffle kabinet pimpinan Presiden Joko "Jokowi" Widodo agar tidak hanya isu semata.

Tapi sebuah kepastian agara tidak menimbulkan persepsi dan kegaduhan di masyarakat.

1. Meminta Presiden Jokowi tegas.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo memberi arahan dalam Rakornas BMKG 2022. (dok. YouTube Info BMKG).
Presiden Joko “Jokowi” Widodo memberi arahan dalam Rakornas BMKG 2022. (dok. YouTube Info BMKG).

Aria Bima mengatakan jika berhembusnya isu reshuffle kabinet bisa menganggu jalnnya pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Untuk itu ia meminta Presiden Jokowi untuk bersikap tegas agar tidak menjadi isu liar.

"Saya kira reshuffle jangan jadi isu ya. Kalau mau reshuffle, reshuffle gitu. Saya kira itu," ujar Aria Bima, Rabu (28/12/2022).

2. Butuh menteri yang kompeten.

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Politusi PDIP tersebut mengatakan jika reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif sepenuhnya presiden. Ia yakini jika Presdien Jokowi sangat paham dengan kompetensi para pembantunya tersebut.

"Menurut saya monggo monggo saja, karena situasi saat ini membutuhkan kebersamaan dari pemerintah kabinet. Jangan sampai pak Jokowi ini punya menteri, tapi nggak punya kabinet," katanya..

Lebih lanjut, Aria Bima menilai jika para menteri harus diarahkan agar juga menjadi anggota kabinet untuk menyelesaikan banyak hal sampai masa jabatan Presiden berkahir pada Oktober 2024 mendatang. Ia juga meminta pada menteri bisa membaca situasi terutama saat ini.

"Pak Jokowi butuh kabinet yang solid, bukan hanya menteri yang kompeten. Terutama pada hal hal yang menyangkut masalah pangan, logistik dan energi. Ini situasi tidak dalam kondisi normal, baik global maupun nasional," katanya.

3. Diutamakan kesolidtan para menteri dan loyal.

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

menilai kepentingan reshuffle kabinet nantinya bisa diprioritaskan bagi menteri yang memiliki loyalists dan pekerja keras untuk menuntaskan tanggungjawab pemerintahan yang akan berakhir periode kedua Presiden Jokowi.

"Mandat rakyat kan 5 tahun, tidak bisa menteri tidak bekerja untuk membantu Presiden membereskan banyak hal untuk 5 tahun ini. Kalau mau reshuffle segera saja," pungkasnya.

Selain itu, para menteri juga harus tetap solid bekerjasama satu sama lain untuk menuntaskan dampak permasalahan global yang tak menentu saat ini.

"Sikap solid dari para menteri mungkin saat ini yang lebih dibutuhakn kondisi dalam pemerintahan," ungkapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Larasati Rey
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Cuaca Semarang Senin: Panas Terik 33°C, Awas Sumuk Gerah Pol Lur!

29 Jun 2026, 06:00 WIBNews