Profil Embung Geblog Temanggung, Akhir Tradisi Pikul Air Sejauh 3 Km

- Embung Geblog diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi setelah delapan tahun penantian, dengan biaya Rp5,7 miliar dan kapasitas 18.143 meter kubik untuk mengairi sekitar 30 hektare lahan.
- Pembangunan embung ini mengakhiri tradisi warga memikul air sejauh tiga kilometer saat kemarau, sekaligus membuka peluang bagi UMKM dan potensi wisata desa.
- Proyek ini menjadi bagian dari program swasembada pangan nasional, memperkuat infrastruktur air di Jawa Tengah demi ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas petani lokal.
Temanggung, IDN Times – Setelah menanti selama delapan tahun sejak diusulkan pada 2019, masyarakat Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, kini resmi memiliki sarana irigasi mandiri. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan langsung Embung Geblog pada Senin (23/2/2026) sebagai tumpuan baru ketahanan pangan lokal.
Pembangunan infrastruktur ini menelan biaya Rp5,7 miliar yang bersumber dari APBD Jateng 2025. Dengan kapasitas tampung mencapai 18.143 meter kubik, embung ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 30 hektare lahan perkebunan produktif yang selama ini bergantung pada air hujan.
1. Mengakhiri Tradisi "Pikul Air" Sejauh 3 Kilometer

Sebelum embung ini berdiri, para petani di Dusun Bugel dan sekitarnya harus berjuang ekstra saat musim kemarau. Mereka terpaksa mengambil air dari sungai menggunakan jeriken dengan jarak tempuh 1 hingga 3 kilometer menggunakan motor hingga mobil.
"Dulu kalau kemarau, tanaman kopi, durian, dan alpukat sering layu bahkan gagal panen karena kurang air. Sekarang dengan adanya pompa dan toren penahan, air bisa langsung dialirkan ke lahan," ujar Utomo, Kepala Desa Geblog.
Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Desa Geblog, Suyadi, mengatakan embung ini nantinya dapat dimanfaatkan para petani di musim kemarau.
“Embung ini nanti dimanfaatkan masyarakat petani di waktu kemarau, untuk tanaman palawija maupun perkebunan. Selain itu, nanti teman-teman UMKM bisa jualan di sini, apabila ini nanti diperbolehkan untuk lokasi wisata,” ujar dia
2. Spesifikasi dan Potensi Ekonomi

Embung Geblog tidak hanya sekadar penampung air, namun dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa:
Fungsi Irigasi: Menjamin ketersediaan air bagi komoditas unggulan seperti kopi robusta, durian, dan alpukat.
Fungsi Wisata: Terletak di ketinggian, embung ini menawarkan pemandangan eksotis Gunung Sindoro dan Sumbing, serta panorama Kota Temanggung dari kejauhan.
Pemberdayaan UMKM: Area sekitar embung dipersiapkan sebagai lokasi berjualan bagi warga lokal untuk mendukung sektor pariwisata.
3. Dukung Swasembada Pangan Nasional

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Embung Geblog adalah bagian dari desain besar swasembada pangan yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Mengingat krusialnya peran irigasi, Luthfi menargetkan penguatan infrastruktur air di seluruh wilayah Jawa Tengah.
"Manfaatnya multisektor; mulai dari air baku, pengairan, hingga destinasi wisata. Ke depan, kami ingin idealnya ada satu embung untuk setiap dua kecamatan di Jawa Tengah," tegas Luthfi.
Bagi petani seperti Suyadi (68), kehadiran embung ini adalah jawaban atas doa panjang mereka. Produktivitas kebun kini tak lagi terancam oleh kemarau panjang, dan biaya operasional tani pun dapat ditekan secara signifikan.














![[OPINI] Pajak Penghasilan Pegawai Magang Ditanggung Pemerintah, Pesan Optimisme Negara!](https://image.idntimes.com/post/20251203/harga-cabai-sampai-banjir-semua-berakar-dari-politik-kok-bisa-aturan-kerja_812fdd35-ae2b-453e-afd7-0e895078cdb0.jpeg)


