Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSI soal Ijazah Jokowi dan Pernyataan JK: Yang Menuduh Harus Membuktikan
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Bestari Barus dari PSI bertemu Jokowi di Solo dan menilai permintaan JK soal ijazah tidak bisa dijadikan standar umum karena dokumen pribadi bersifat hak individu.
  • Jusuf Kalla menilai polemik ijazah Jokowi seharusnya diselesaikan dengan menunjukkan ijazah asli agar tidak terus memicu keresahan publik dan perpecahan sosial.
  • Jokowi menegaskan bahwa yang menuduh harus membuktikan, bukan dirinya, serta hanya akan menunjukkan ijazah jika diminta secara resmi oleh pengadilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko “Jokowi” Widodo di Solo, Jawa Tengah, Senin (13/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu dibahas, termasuk polemik permintaan Jusuf Kalla terkait ijazah Jokowi. Bestari menyebut pembicaraan berlangsung santai, bahkan diselingi tawa saat menyinggung isu yang ramai di publik itu.

“Ya tadi bahas politik iya, ijazah-ijazah tipis-tipis, hal-hal lain,” ujar Bestari kepada awak media.

1. PSI: Tak perlu samakan standar soal ijazah

Jokowi dan Jusuf Kalla

Bestari menilai permintaan JK agar Jokowi menunjukkan ijazah tidak bisa dijadikan standar umum. Ia menegaskan, setiap orang memiliki hak atas dokumen pribadinya, termasuk mantan kepala negara.

“Pak Jokowi punya sikap bahwa kalau pengadilan minta, ya akan ditunjukkan. Tapi selain itu, itu hak privat beliau,” jelasnya.

Ia juga menyebut dirinya sempat bercanda dengan Jokowi terkait permintaan tersebut. Bahkan, Bestari menantang balik JK untuk turut membuka dokumen pribadinya jika memang dianggap perlu.

“Kalau Pak JK ingin memperlihatkan ijazahnya atau dokumen lain ke publik, silakan saja,” tambahnya.

2. JK: tunjukkan ijazah untuk akhiri polemiK

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (kalla.co.id)

Sebelumnya, Jusuf Kalla menyampaikan, polemik ijazah Jokowi sudah berlangsung cukup lama dan berdampak luas. Ia menilai persoalan ini seharusnya bisa diselesaikan secara sederhana.

“Sebenarnya sederhana persoalannya. Tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya,” kata JK.

Menurutnya, polemik tersebut tidak hanya merugikan Jokowi secara pribadi, tetapi juga menyita perhatian publik dan memicu perpecahan sosial.

“Sudah 2-3 tahun, meresahkan masyarakat, merugikan banyak pihak,” ujarnya.

JK juga mengaku yakin bahwa Jokowi memiliki ijazah asli, sehingga tidak ada alasan untuk memperpanjang polemik.

3. Jokowi: Yang menuduh harus membuktikan

Presiden ke-7 Jokowi. (IDN Times/Larasati Rey)

Menanggapi hal itu, Jokowi menegaskan bahwa ijazah merupakan dokumen pribadi yang tidak wajib ditunjukkan ke publik tanpa alasan hukum.

“Mestinya yang menuduh itu yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan,” tegas Jokowi.

Ia juga mengingatkan bahwa jika tuduhan harus selalu dijawab dengan pembuktian dari pihak yang dituduh, hal itu bisa menjadi preseden buruk di masyarakat.

“Nanti semua orang bisa menuduh, lalu yang dituduh harus membuktikan. Itu terbalik,” katanya.

Jokowi pun menegaskan akan menunjukkan ijazahnya jika diminta secara resmi oleh pengadilan, namun di luar itu ia memilih menjaga privasi dokumen tersebut.

Editorial Team