ilustrasi lampu LED (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)
Sinar terik matahari siang (terutama jam 11.00–15.00) adalah penyebab utama suhu ruangan naik drastis. Akali masalah ini dengan menutup jendela menggunakan gorden penghalau panas (blackout). Ruangan yang lebih teduh dari radiasi matahari akan sangat meringankan beban kerja alat pendinginmu. Selain itu, kurangi hawa panas bawaan di dalam rumah dengan segera membuang lampu pijar lama dan beralih ke lampu LED. Selain cahayanya lebih dingin, lampu LED bisa menghemat daya listrik hingga 80%.
Terakhir, ini penyakit yang paling sering disepelekan banyak orang: malas mencabut colokan! Jangan biarkan charger HP, TV, atau dispenser terus menancap di stopkontak saat sedang tidak dipakai. Status standby dari peralatan elektronik tersebut ternyata secara konstan terus menyedot listrik alias menimbulkan arus bocor. Biasakan untuk langsung mencabut colokan setelah selesai digunakan.
Melewati cuaca panas yang menyengat ternyata tidak harus dibayar mahal dengan tagihan listrik yang membengkak. Dengan sedikit modifikasi pada cara kita menggunakan alat elektronik dan mengubah kebiasaan kecil di rumah, saldo token listrikmu dijamin bakal jauh lebih awet dan aman sampai akhir bulan.
Nah, dari deretan tips hemat di atas, kebiasaan boros mana nih yang paling sering kamu lakukan tanpa sadar? Yuk, share pengalamanmu di kolom komentar dan jangan lupa bagikan artikel ini ke grup chat keluarga yang meteran listriknya sering bunyi!