Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ratusan Personel TRC Diminta Giat Latihan Penanganan Kebakaran
Seorang personel TRC berlatih padamkan kobaran api. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta TRC dan relawan mempercepat respons bencana melalui latihan rutin untuk meningkatkan profesionalitas serta kerja tim.
  • Pelatihan peningkatan kapasitas TRC diikuti ratusan personel dari seluruh daerah Jawa Tengah, yang diharapkan menularkan pengetahuan dan kemampuan di wilayah masing-masing.
  • Per 30 Agustus 2026, Jawa Tengah mencatat 615 kebakaran dengan kerugian Rp38,5 miliar; pemerintah juga menyalurkan hampir 8,5 juta liter air bersih untuk kekeringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 Agustus 2026

BPBD Jawa Tengah mencatat 615 kejadian kebakaran, terdiri dari 282 karhutla dan 333 kebakaran gedung serta permukiman. Kerusakan ditaksir mencapai Rp38,5 miliar.

6 September 2026

Gubernur Ahmad Luthfi menutup pelatihan peningkatan kapasitas ratusan personel TRC Jawa Tengah di Kabupaten Semarang. Ia meminta petugas dan relawan mempercepat respons bencana serta terus berlatih untuk meningkatkan profesionalitas dan kerja tim.

Saat ini

Potensi bencana tertinggi di Jawa Tengah adalah kekeringan dan kebakaran. Pemerintah telah memetakan dampak kekeringan, mendistribusikan hampir 8,5 juta liter air bersih, serta meminta mitigasi kebakaran termasuk di TPA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Tengah meminta ratusan personel Tim Reaksi Cepat giat berlatih penanganan kebakaran dan mempercepat respons bencana, di tengah tingginya potensi kekeringan serta kebakaran di Jawa Tengah.
  • Who?
    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, ratusan personel TRC dari seluruh daerah di Jawa Tengah, relawan tanggap bencana, BPBD Jawa Tengah, kepala daerah, kepolisian, dan TNI terlibat dalam upaya penanganan.
  • Where?
    Penutupan pelatihan berlangsung di Balai Pemantapan Kawasan Hutan Penggaron, Kabupaten Semarang. Penanganan dan mitigasi bencana mencakup wilayah Jawa Tengah, termasuk TPA Putri Cempo di Kota Surakarta.
  • When?
    Ahmad Luthfi menyampaikan arahan saat menutup pelatihan pada Minggu, 6 September 2026. Data BPBD Jawa Tengah mencatat kejadian kebakaran hingga 30 Agustus 2026.
  • Why?
    Latihan diperlukan untuk meningkatkan profesionalitas dan kerja tim TRC. Jawa Tengah menghadapi potensi tinggi kekeringan dan kebakaran, dengan 615 kejadian kebakaran serta kerusakan yang ditaksir mencapai Rp38,5 miliar.
  • How?
    Personel dilatih untuk meningkatkan kapasitas lalu membagikan pengetahuan di daerah masing-masing. Pemerintah memetakan kekeringan, menyalurkan hampir 8,5 juta liter air bersih, berkoordinasi dengan TNI dan polisi, serta meminta mitigasi kebakaran dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Ahmad Luthfi minta banyak petugas dan relawan di Jawa Tengah rajin latihan menangani kebakaran. Mereka harus cepat menolong saat ada bencana. Sekarang ada banyak kebakaran dan kekeringan. Sudah ada 615 kebakaran. Banyak air bersih juga dibagikan untuk warga yang kekurangan air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penguatan kapasitas ratusan personel TRC dari seluruh daerah menunjukkan kesiapsiagaan Jawa Tengah dibangun secara terstruktur, dengan penekanan pada profesionalitas, kerja tim, dan penyebaran pengetahuan setelah pelatihan. Di tengah risiko kekeringan serta kebakaran, pemetaan dampak, distribusi air bersih, koordinasi lintas lembaga, dan perhatian pada mitigasi mencerminkan upaya respons yang semakin terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta petugas maupun relawan tanggap bencana agar mempercepat respon saat ada kejadian bencana di wilayahnya.

Sebab, Jawa Tengah merupakan minimarket bencana, sehingga membutuhkan respons cepat dari seluruh stakeholder terkait, termasuk para relawan tanggap bencana dan tim reaksi cepat (TRC). Kecepatan dan ketepatan respons menjadi kunci dalam penanganan bencana.

Hal itu disampaikan Luthfi saat menutup pelatihan peningkatan kapasitas personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Jawa Tengah di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Kabupaten Semarang, Minggu (6/9/2026).

Pelatihan TRC tersebut melibatkan ratusan personel dari perwakilan seluruh daerah di Jawa Tengah.

Setelah pelatihan tersebut, diharapkan peserta akan membagikan ilmu dan meningkatkan kemampuan masing-masing personel di setiap daerah.

"Jadi latihan itu perlu, untuk meningkatkan profesionalitas dan team work (kerja tim)," katanya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyampaikan perkembangan situasi kebencanaan di Jawa Tengah. Saat ini, potensi kebencanaan yang paling tinggi adalah kekeringan dan kebakaran.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah per 30 Agustus 2026, total sudah ada 615 kejadian kebakaran. Terdiri atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 282 kejadian, kemudian kebakaran gedung dan pemukiman sebanyak 333 kejadian. Total kerusakan ditaksir mencapai Rp38,5 miliar.

Sementara untuk kekeringan hampir terjadi di seluruh wilayah Jawa Tengah. Kepala daerah sudah melakukan pemetaan terkait kekeringan, mulai dari lahan pertanian maupun kekurangan air bersih.

"Semua sudah kita petakan agar dampak kekeringan tidak melanda terlalu dalam di daerah kita. Hampir 8,5 juta liter air bersih juga sudah distribusikan ke daerah terdampak kekeringan, koordinasi dengan kepolisian dan TNI juga terus dilakukan untuk penanganan," katanya didampingi Kalakhar BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan.

Sementara terkait kebakaran TPA, contoh kasus sudah terjadi di TPA Putri Cempo Kota Surakarta. Maka dari itu, ia juga meminta kepada seluruh kepala daerah di Jawa Tengah untuk selalu mengecek dan melakukan mitigasi di wilayah masing-masing.

"Surat edaran sudah dibuat oleh Pak Sekda Provinsi Jawa Tengah dan ini harus menjadi perhatian kita bersama," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article