Suasana SD Negeri 2 Cepokosawit, Boyolali. (IDNTimes/Larasati Rey)
Meski hanya memiliki satu peserta didik baru, sekolah tidak mengurangi rangkaian kegiatan MPLS. Khansa tetap mengikuti pengenalan lingkungan sekolah, berinteraksi dengan guru, serta mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan.
Kepala Sekolah SDN 2 Cepokosawit, Arya Dani Rushertanto, mengungkapkan minimnya jumlah siswa bukan karena sekolah kurang berinovasi, melainkan dipengaruhi kondisi demografi dan perubahan pilihan masyarakat.
Menurut Arya, sekolah telah melakukan berbagai upaya agar tetap diminati calon peserta didik. Beragam program unggulan hingga pendekatan langsung kepada masyarakat dilakukan sebelum pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Arya mengatakan SDN 2 Cepokosawit terus mengembangkan program pembelajaran agar mampu bersaing dengan sekolah lain, termasuk sekolah swasta. Sekolah juga memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan melalui berbagai pembiasaan bagi siswa.
“Untuk PPDB tahun ini sebenarnya kami sudah tidak kalah-kalah dalam hal untuk berinovasi nggih. Terlihat dari beberapa bulan terakhir kami juga sudah melaksanakan beberapa ekstrakurikuler unggulan dan juga pembiasaan-pembiasaan yang tidak kalah dengan SD-SD bahkan dengan SD swasta. Ya, kita sudah memasukkan juga unsur-unsur keagamaan,” ujar Arya.
Ia membantah anggapan bahwa sekolah negeri kurang memberikan pendidikan agama. Menurutnya, siswa rutin mengikuti kegiatan hafalan Al-Qur’an, Asmaul Husna, hingga ekstrakurikuler rebana sebagai salah satu program unggulan sekolah.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, pihak sekolah juga mendatangi calon siswa secara langsung bersama para guru. Mereka berkoordinasi dengan pemerintah desa, Bunda PAUD, hingga tokoh masyarakat agar lebih banyak anak bersekolah di SDN 2 Cepokosawit.
“Kami tidak kurang-kurang sudah door to door ibaratnya sowan ke wali murid, ke masyarakat, bahkan ke pak lurah dan tokoh masyarakat. Kita menjalin komunikasi dengan Bunda PAUD. Tapi ternyata tahun ini ya tetap kita syukuri, kita mendapatkan satu siswa,” katanya.