Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Selain Tomat, 5 Bahan Dapur Ini Pantang Disimpan di Kulkas
ilustrasi buka kulkas (freepik.com/freepik)
  • Artikel menjelaskan bahwa tidak semua bahan dapur cocok disimpan di kulkas karena suhu dingin dapat merusak tekstur, rasa, hingga kandungan gizinya.
  • Lima bahan yang sebaiknya disimpan di suhu ruang adalah kentang, bawang bombay, bawang merah, bawang putih, roti, dan madu agar kualitasnya tetap terjaga.
  • Dijabarkan pula tips menjaga efisiensi kulkas seperti tidak menutup lubang angin, tidak menyimpan makanan panas, serta memisahkan buah penghasil etilena dari sayuran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kulkas sering dianggap sebagai tempat penyimpanan terbaik untuk segala jenis bahan makanan. Kebiasaan memasukkan seluruh barang belanjaan ke dalam lemari es sering terjadi. Padahal, tidak semua bahan masakan cocok dengan suhu dingin.

Sebagian orang mungkin memahami, tomat pantang masuk chiller karena suhu dingin akan merusak tekstur dan mematikan rasa alaminya. Namun, masih banyak bahan dapur lain yang justru membusuk, berjamur, atau kehilangan rasa jika tersimpan di dalam kulkas.

Menyimpan bahan makanan di tempat yang tepat tidak hanya menjaga kerapian, tapi juga langkah krusial untuk mempertahankan nutrisi, kualitas rasa, serta mencegah pemborosan.

Alih-alih awet, bahan-bahan di bawah ini justru terbuang percuma. Berikut adalah lima bahan masakan yang sering salah tempat penyimpanan beserta panduan merawatnya yang benar.

1. Kentang

Kentang (unsplash.com/engin akyurt)

Menaruh kentang di rak kulkas merupakan kesalahan umum. Suhu dingin di sekitar 4 derajat Celsius mengubah pati dalam kentang menjadi gula secara cepat. Perubahan ini membuat kentang terasa terlalu manis dan bertekstur seperti pasir saat dimasak.

Hal yang lebih mengkhawatirkan, saat kentang bersuhu dingin ini digoreng atau dipanggang, kandungan gulanya bereaksi dengan asam amino sehingga menghasilkan akrilamida, sebuah senyawa kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan.

  • Cara Simpan yang Benar

    • Letakkan kentang pada suhu ruang di dalam keranjang anyaman atau kantong kertas berwarna gelap dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari penggunaan kantong plastik tertutup serta jauhkan dari bawang bombay agar tidak memicu pertumbuhan tunas.

2. Bawang Bombay dan Bawang Merah

ilustrasi bawang merah (pexels.com/greenwish _)

Kulkas memiliki tingkat kelembapan tinggi yang sangat tidak cocok untuk kelompok bawang. Lingkungan dingin dan lembap membuat bawang cepat lembek, berlendir, dan memicu pertumbuhan jamur dari bagian dalam.

  • Cara Simpan yang Benar

    • Simpan bawang utuh di tempat yang sejuk, kering, gelap, serta bersirkulasi udara lancar seperti di dalam jaring atau keranjang berongga. Pengecualian berlaku jika bawang sudah terkelupas atau terpotong; simpan dalam wadah kedap udara di kulkas dan segera pakai dalam dua hingga tiga hari.

3. Bawang Putih

ilustrasi bawang putih (vecteezy.com/Barbier Sylvie)

Memasukkan bawang putih utuh ke dalam kulkas memberi sinyal seolah bahan ini sedang berada pada musim tanam akibat tingginya kelembapan. Bawang putih akan memunculkan tunas hijau di bagian tengahnya. Selain itu, tekstur siung bawang berubah menjadi alot seperti karet dan kehilangan cita rasa aslinya.

  • Cara Simpan yang Benar

    • Biarkan bawang putih berada di suhu ruang menggunakan wadah berlubang seperti keranjang kawat atau pot tanah liat. Pastikan tempat penyimpanannya terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

4. Roti

Ilustrasi roti (Pexels.com/Cats Coming)

Terdapat mitos keliru bahwa lemari es dapat mencegah roti dari jamur. Faktanya, rentang suhu kulkas justru mempercepat proses retrogradasi pati. Molekul pati mengkristal dengan cepat, mencabut kelembapan alami roti, dan menjadikannya keras serta basi hingga enam kali lebih cepat daripada saat berada di suhu ruang.

  • Cara Simpan yang Benar

    • Untuk konsumsi jangka pendek dalam satu hingga dua hari, simpan roti di dalam wadah kedap udara pada suhu ruang. Jika ingin menyimpannya lebih lama hingga hitungan minggu, bekukan roti di dalam freezer. Saat hendak dimakan, cukup panggang sebentar agar teksturnya kembali empuk.

5. Madu Murni

Madu Murni (pixabay.com/Daria-yakovleva)

Madu adalah bahan makanan yang tidak bisa basi secara alami. Menyimpannya di dalam kulkas dengan alasan menjaga kesegaran justru mempercepat proses kristalisasi. Madu yang semula cair berubah padat, berbutir, dan mengeras. Meski masih aman dikonsumsi, tekstur yang keras menyulitkan proses penuangan.

  • Cara Simpan yang Benar

    • Simpan botol madu di lemari dapur pada suhu ruang. Jika madu telanjur mengkristal akibat suhu dingin, rendam botolnya di dalam mangkuk berisi air hangat—bukan air mendidih—selama beberapa menit sampai kembali cair.

ilustrasi sayuran di kulkas (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Selain memisahkan kelima bahan dapur di atas, pastikan pengaturan kulkas terawat dengan menghindari tiga kebiasaan berikut:

  • Menumpuk Wadah di Depan Lubang Angin (Air Vent): Sirkulasi udara dingin butuh ruang untuk mengalir. Menutup lubang angin membuat suhu tidak merata sehingga makanan lebih cepat basi.

  • Menyimpan Makanan Panas: Uap panas meningkatkan suhu internal kulkas dan memicu kondensasi (embun). Lingkungan berembun merupakan kondisi favorit bagi bakteri serta jamur.

  • Mencampur Buah dan Sayur: Beberapa buah seperti apel, pisang, dan alpukat memproduksi gas etilena. Gas ini memicu sayuran di sekitarnya menjadi layu dan menguning secara cepat.

Menata kembali isi kulkas dengan memindahkan kelima bahan dapur tersebut akan menyelamatkan makanan dari kerusakan, menjaga cita rasa, sekaligus menghemat pengeluaran belanja harian. Jangan ragu membagikan panduan penyimpanan ini ke grup komunikasi keluarga atau komunitas memasak agar ruang dapur lebih tertata dan kualitas bahan makanan selalu terjaga.

Editorial Team

Related Article