Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Semarang Zona Merah Kasus Corona Tanpa Perubahan 3 Minggu Terakhir
www.instagram.com/wisatasemarang

Semarang, IDN Times - Kota Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah ditetapkan sebagai wilayah zona merah virus corona (COVID-19) tanpa perubahan selama tiga minggu berturut-turut. Hal itu ditetapkan oleh Satgas Pemerintah untuk Penanganan COVID-19.

1. Ditetapkan bersama 13 daerah lain di Indonesia

Profesor Wiku Adisasmito. Dok. BNPB

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyatakan Kota Semarang sebagai wilayah zona merah virus corona tanpa perubahan selama 3 minggu terakhir atau berturut-turut bersama 13 kabupaten/kota lain di Indonesia.

Dalam penyampaian perubahan zonasi mingguan per 26 Juli 2020, Jawa Tengah hanya Kota Semarang.

"Kami mohon agar masyarakat bersama dengan pemerintah daerah bisa disiplin menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan agar bisa membaik," jelas Wiku melansir laman resmi channel Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (28/7/2020).

2. Ada 8 daerah di Jateng sebagai zona merah virus corona (COVID-19)

Ilustrasi tenaga medis COVID-19 saat mengenakan APD, termasuk masker. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Wiku juga menyebut ada 53 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam wilayah zona merah COVID-19. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan pada 19 Juli 2020, yang hanya 35 daerah.

Dari total tersebut, untuk Jateng terdapat 8 daerah, yakni

  1. Kota Surakarta
  2. Kota Semarang
  3. Kabupaten Kudus
  4. Kabupaten Grobogan
  5. Kabupaten Kendal
  6. Kabupaten Rembang
  7. Kabupaten Demak
  8. Kabupaten Jepara

3. Menjadi tanda dan bukti virus corona (COVID-19) belum aman

Ilustrasi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dengan bertambahnya cakupan wilayah itu, menjadi bukti jika pandemik virus corona (COVID-19) masih terjadi dan belum selesai.

"Kondisi ini tidak serta merta mengatakan Indonesia aman. Kita tidak boleh lengah dalam menghadapi COVID-19," kata Wiku melansir laman resmi covid19.go.id, Selasa (28/7/2020).

Editorial Team

Related Article