Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sensasi Gramedia Jalma Semarang: Menjadi Ruang Membaca dan Berkumpul
Seorang perempuan membaca buku di salah satu selasar Gramedia Jalma Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Perubahan gaya hidup warga Kota Semarang rupanya menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola toko buku Gramedia.

Dengan mengusung nama menjadi Gramedia Jalma, toko buku milik KG Grup ini berhasil menampilkan ruang baca yang lebih lega untuk menambah kenyamanan bagi pengunjung.

Setelah diperkenalkan pertama kali di Melawai, Jakarta, Semarang dipilih sebagai rumah kedua karena tumbuh sebagai kota dengan ekosistem pendidikan, komunitas, dan kreativitas yang semakin dinamis. 

Melalui Jalma, Gramedia menghadirkan ruang yang menghubungkan literasi dengan seni, musik, diskusi, lokakarya, dan berbagai aktivitas komunitas, membuka peluang percakapan, kolaborasi, dan kreativitas baru.



Buku bisa mempertemukan orang dengan gagasan baru

Para pelajar melihat rak buku di Gramedia Jalma Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Immaculata Adhista, mewakili Gramedia Jalma, mengatakan bahwa pihaknya percaya buku selalu mampu mempertemukan orang dengan gagasan baru, dan setiap perjumpaan layak memiliki ruangnya sendiri. Jalma hadir sebagai ruang untuk membaca, menulis, dan bertemu. 

"Kami berharap Jalma Semarang tumbuh bersama masyarakat menjadi tempat yang nyaman bagi komunitas, sekaligus ruang bagi anak-anak dan keluarga untuk menikmati waktu bersama melalui buku," urainya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Sabtu (25/7/2026).

Sebagai bagian peresmian, Gramedia Jalma menghadirkan diskusi membaca kota, menulis perjumpaan yang mempertemukan perspektif dari dunia arsitektur, penerbitan, dan komunitas kreatif. 

Diskusi ini mengangkat bagaimana ruang literasi dapat kembali menjadi bagian penting dalam kehidupan kota.

Adaptasi perubahan gaya hidup warga Semarang

Pengunjung juga menikmati working space Di Gramedia Jalma Semarang. (IDN Times/Dok Gramedia Jalma Semarang)

Antonius Arya dari Smiljan and SPOA Architecture mengatakan perubahan gaya hidup masyarakat kota mendorong kebutuhan ruang dengan aktivitas yang beragam dalam satu tempat. 

Maka pihaknya merancang Gramedia Jalma untuk menciptakan ruang yang inklusif dan nyaman bagi berbagai kalangan. 

Sehingga tetap relevan dengan kebutuhan serta gaya hidup beragam pengunjung.  

Grand opening dimeriahkan diskusi hingga konser ERK

Rangkaian grand opening dilanjutkan dengan berbagai workshop, aktivitas interaktif, dan sesi jejaring yang dapat diikuti pengunjung dari berbagai usia. (IDN Times/Dok Gramedia Jalma Semarang)

Noni Mira Timotius, Vice General Manager Penerbit Gramedia, menambahkan, pengalaman membaca sering kali dimulai dari keluarga. 

"Kehadiran ruang yang ramah bagi anak membuat buku tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga pengalaman yang dinikmati bersama oleh orang tua dan anak," katanya.

Sementara itu, Tries Supardi dari Semarang Creative Consortium berharap kehadiran Jalma dapat memperkaya ekosistem kreatif kota. 

"Semoga Jalma menjadi ruang yang terbuka bagi siapa pun untuk saling bertemu, berbagi gagasan, dan melahirkan kolaborasi-kolaborasi baru di Semarang," akunya.

Rangkaian grand opening dilanjutkan dengan berbagai workshop, aktivitas interaktif, dan sesi jejaring yang dapat diikuti pengunjung dari berbagai usia. Perayaan kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari Efek Rumah Kaca yang menghadirkan suasana hangat, merayakan perjumpaan melalui musik, cerita, dan kebersamaan.

Melalui kehadirannya di Semarang, Gramedia Jalma berharap menjadi ruang yang tumbuh bersama kota, tempat anak menemukan buku pertamanya, keluarga menikmati waktu bersama, komunitas bertukar perspektif, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak membaca, menulis, lalu kembali bertemu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article