Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serapan Pupuk Subsidi Boyolali Tertinggi di Jateng, Tembus 99 Persen

IMG_5168.jpeg
Pegawai PT Pupuk Indonesia meninjau ketersediaan pupuk di Gudang Pupuk Lini II Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya sih...
  • Boyolali mencatat rekor serapan pupuk subsidi di Jawa Tengah
  • Turunnya HET dan sistem digital jadi faktor pendorong
  • Alokasi 2026 naik, pengawasan penyaluran diperketat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Boyolali, IDN Times - Serapan pupuk subsidi di Kabupaten Boyolali sepanjang 2025 mencatatkan angka impresif. Total penyaluran mencapai 48.066 ton atau setara 99 persen dari alokasi yang ditetapkan pemerintah. Capaian ini menjadikan Boyolali sebagai daerah dengan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tertinggi di Jawa Tengah, sekaligus terbesar kedua secara nasional.

1. Boyolali Catat Rekor Serapan Pupuk Subsidi di Jawa Tengah

IMG_5147.jpeg
Pekerja mengangkut pupuk di Gudang Pupuk Lini II, Gudang GPP Klaten, PT Pupuk Indonesia Grup. (IDN Times/Larasati Rey)

General Manager Wilayah 2 PT Pupuk Indonesia (Persero), Muhammad Ihwan F., mengatakan capaian tersebut menunjukkan optimalnya pemanfaatan pupuk subsidi oleh petani terdaftar. Menurutnya, peran Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) serta kedisiplinan petani dalam sistem e-RDKK menjadi kunci tingginya serapan di Boyolali.

“Kami mencatat realisasi penyerapan pupuk bersubsidi sebesar 48.066 ton atau mencapai 99,0 persen dari alokasi tahun 2025. Tentunya realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Boyolali menjadi yang paling tinggi di Jawa Tengah dan kedua terbesar secara nasional,” Jumat (31/1/2026).

2. Turunnya HET dan Sistem Digital Jadi Faktor Pendorong

IMG_5786.jpeg
Pengurus Koperasi Merah Putih Desa Bentangan menunjukkan produk dari PT Pupuk Indonesia yang dijual di koperasi. (IDN Times/Larasati Rey)

Ihwan menjelaskan, tingginya serapan pupuk subsidi tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang pro terhadap sektor pertanian. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen, yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani.

Selain itu, kemudahan penebusan pupuk melalui aplikasi iPubers di mitra kios turut mendorong penyaluran berjalan lebih efektif dan transparan. Kebijakan tersebut dinilai mampu meningkatkan akses petani terhadap pupuk bersubsidi sekaligus mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.

3. Alokasi 2026 Naik, Pengawasan Penyaluran Diperketat

7cb015e6-a63d-4d78-bf50-c78b4236aeff.jpeg
Penandatanganan SPJB PPTS Kabupaten Boyolali tahun 2026. (Dok/Istimewa)

Pada 2026, pemerintah menetapkan alokasi pupuk subsidi untuk Boyolali sebesar 49.503 ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pupuk Indonesia memastikan seluruh alokasi tersebut akan disalurkan kepada petani terdaftar sesuai data e-RDKK Kementerian Pertanian.

Bupati Boyolali Agus Irawan mengapresiasi peran Pupuk Indonesia dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani. Ia menegaskan sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Boyolali.

“Kabupaten Boyolali salah satu dengan serapan pupuk subsidi tertinggi di Jawa Tengah, ini bukti sektor pertanian menjadi andalan masyarakat kami, pertanian menjadi kunci perekonomian. Sekali lagi, kami mohon dengan hadirnya pupuk subsidi bisa disalurkan dengan baik, dan masyarakat dapat manfaatnya dengan baik. Pemerintah Kabupaten Boyolali mengapresiasi kerjasama dalam penyaluran pupuk bersubsidi antara Dinas Pertanian, Pupuk Indonesia, Pelaku Usaha Distribusi, PPTS, PPL dan seluruh pihak terkait,” kata Agus.

Untuk menjamin penyaluran sesuai prinsip 7T, Pupuk Indonesia memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan aparat penegak hukum. Perusahaan juga mengimbau masyarakat dan petani ikut mengawasi distribusi pupuk subsidi serta melaporkan jika menemukan indikasi penyelewengan melalui layanan pelanggan Pupuk Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Cegah Banjir, Warga Semarang Dilibatkan Kerja Bakti Bersih Sungai

31 Jan 2026, 16:54 WIBNews