Suasana SPPG Soditan di Lasem pada Jumat (4/9/2026) siang. Akibat dugaan keracunan massal MBG pada Kamis SPPG Soditan ditutup sementara. (IST)
Kondisi warga SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berangsur membaik pasca insiden diare massal yang melanda kawasan sekolah. Hingga Jumat (4/9/2026), tercatat sebanyak 209 siswa masih izin tidak masuk sekolah karena pemulihan, sementara sembilan siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lasem.
Angka siswa yang izin sakit tersebut menurun drastis jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 725 siswa. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) telah kembali berjalan normal.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutuik, menyampaikan bahwa sebagian besar murid yang sempat mengeluhkan gangguan pencernaan kini sudah beraktivitas kembali di kelas.
“Untuk hari ini anak-anak yang izin sakit masih sejumlah 209, kemarin kan sekitar 700-an lebih. Alhamdulillah sudah banyak yang membaik dan sudah mengikuti KBM di kelas. Kami hari ini tetap masuk normal seperti biasa,” kata Juhartutuik, Jumat (4/9/2026).
Guna menentukan langkah ke depan, pihak sekolah saat ini tengah menyebar survei internal untuk mendata perkembangan kesehatan guru dan murid secara menyeluruh. Hasil dari survei ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan utama sekolah untuk memutuskan apakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilanjutkan atau dihentikan sementara.
“Ini sedang kami survei untuk guru maupun siswa. Saya belum mengambil hasil surveinya, kemarin sore baru 400 orang yang mengisi dan nanti hari ini kita akan tindak lanjuti hasil survei dari guru dan siswa itu, apakah mau melanjutkan (MBG) atau tidak,” terangnya.
Sejumlah instansi lintas sektor juga dilaporkan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi lanjutan, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Lasem, jajaran Polres, Kodim, hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).