Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Sudirman Said: Indonesia Emas 2045 Perlu Etika dan Nurani Manusia

IMG-20250825-WA0015.jpg
Rektor UHN Tegal Sudirman Said memberi kuliah umum. (IDN Times/Dok Universitas Harkat Negeri Tegal)
Intinya sih...
  • Sudirman Said soroti pemangkasan hutan dan korupsi dalam kuliah umum di UKSW Salatiga.
  • Ada tujuh langkah atasi korupsi yang disebut Longterm-isme, termasuk tegakkan hukum dan revolusi pendidikan.
  • Mahasiswa perlu seimbangkan moral dan rasionalitas sebagai calon pemimpin masa depan menurut Sudirman Said.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Salatiga, IDN Times - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016 Sudirman Said secara resmi diperkenalkan sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal. 

Untuk memulai tugas barunya, Cagub Jateng tahun 2017 tersebut melakukan safari ke Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dengan mengisi kuliah umum pada Senin (25/8/2025). 

Hadir juga Dekan Fakultas Interdisiplin Aldi H Lasso, PhD, Titi S Prabawa Ph.D, Ketua CSDS Fakultas Interdisiplin UKSW, menjadi penanggap kuliah umum ini dan DR Wilson A. M Therik, para civitas akademika, Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan, Direktur Yayasan PERCIK Salatiga, dan Direktur Yayasan Trukajaya Salatiga. 

Kuliah umum ini mengambil intisari buku berjudul bergerak dalam kewajaran yang ditulis Sudirman Said dari tahun 2016-2022. 

1. Sudirman Said soroti pemangkasan hutan dan korupsi

IMG_20250825_140727.jpg
Rektor UHN Tegal Sudirman Said di Fakultas Interdisiplin UKSW. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia menyampaikan kuliah secara tatap muka dan daring serta dalam dua bahasa. Dirinya menekankan bahwa perlu menonjolkan etika dan nurani dalam pembentukan manusia Indonesia untuk meneruskan pembangunan terutama jelang Indonesia Emas 2045. 

Ia menjelaskan keprihatinannya atas kondisi hari ini Shortterm-isme. Yang ia maksud Shorttermisme ialah keputusan dan tindakan yang didasari dari pikiran dangkal atau pikiran pendek. 

"KKN, pemangkasan hutan tanpa perhitungan, korupsi, hukum diterapkan semena mena adalah fenomena Shortterm-isme. ini adalah penyakit tidak hanya menghasilkan kesenjangan ekonomi tapi juga mengerogoti demokrasi," paparnya di ruang lantai lima Fakultas Interdisiplin. 

2. Ada tujuh langkah atasi korupsi

IMG-20250825-WA0017.jpg
Rektor UHN Tegal Sudirman Said berjabat tangan dengan Dekan Interdisiplin UKSW. (IDN Times/Dok Universitas Harkat Negeri)

Lebih jelas lagi untuk mengatasi pemikiran seseorang yang tanpa perhitungan dalam membangun bangsa, maka diperlukan tujuh strategi yang ia sebut dengan Longterm-isme. 

Longterm-isme ia paparkan jadi tujuh jawaban:

1.Tegakkan Hukum: Berantas KKN dengan segala manifestasinya.

2.Perkuat Ketahanan Rakyat: bebaskan dari judi, narkoba, wabah pinjol, dan lain lain.

3.Kembalikan Politik ke Khittah Tugas Mulianya: sehatkan demokrasi dan tata-kelola bernegara.

4.Tata-ulang Perekonomian: atasi kesenjangan yang menganga, buat rakyat semesta agar lebih berdaya, kasih pekerjaan, bukan bansos!

5.Revolusi Pendidikan: kerahkan segala daya untuk mengejar ketertinggalan kita dari banyak negara.

6.Jaga Ekologi ruang hidup bersama: perkokoh peradaban dan budaya, pedulilah pada generasi kelak, jangan berhutang terlalu banyak pada hak-hak mereka.

7.Perkuat Negara di Pentas Dunia

"Penting kembali ke Pancasila sebagai nilai dasar payung kokoh bagi bangsa Indonesia yang majemuk ini yang mampu menyatukan perbedaan dan memajukan pergerakan. Dari sejarah bangsa, ini adalah nilai nilai yang memerdekakan kita," ujarnya. 

3. Mahasiswa perlu seimbangkan moral dan rasionalitas

IMG_20250825_161714.jpg
Rektor UHN Tegal Sudirman Said dan Dekan Interdisiplin UKSW Salatiga. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sudirman menutup kuliah umum dengan berharap agar ke depan dapat menumbuhkan kesadaran kritis tentang urgensi etika dalam kehidupan bernegara, terutama bagi generasi muda. 

"Juga memberikan kerangka berpikir etis kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang mampu menyeimbangkan moralitas dan rasionalitas," kata Sudirman. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us