Tak Tersentuh Bantuan, Rumah Pak Paing Dibangun Relawan Gerilyawan

- Komunitas Gerilyawan membangun rumah layak bagi pasangan lansia Pak Paing dan Bu Salem di Banyumas, setelah lama tinggal di rumah sederhana tanpa bantuan pemerintah.
- Selama 11 tahun, Gerilyawan fokus membantu warga miskin yang belum tersentuh program pemerintah karena kendala administrasi dan status tanah, dengan semangat gotong royong dan amal jariyah.
- Anggota DPRD Banyumas mengapresiasi aksi sosial Gerilyawan dan mendorong pembentukan badan hukum agar komunitas ini bisa lebih mudah bersinergi dengan pemerintah dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Banyumas, IDN Times - Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali menghangatkan hati di Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Sabtu (19/7/2026), Komunitas Gerilyawan sukses menyelesaikan program bedah rumah untuk pasangan lansia Pak Paing dan Bu Salem, yang selama ini tinggal di rumah sangat sederhana di atas lahan irigasi.
Pak Paing, seorang tukang becak yang sudah puluhan tahun mengayuh sepeda, kini bisa bernapas lega. Rumah lamanya yang memprihatinkan akhirnya berganti menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman.
"Dulu rumahnya sangat sederhana. Sekarang saya senang sekali. Terima kasih kepada Gerilyawan dan semua yang sudah membantu kami,'ungkapnya kepada IDN Times dengan penuh haru.
1. Fokus bantu yang belum tersentuh pemerintah

Ketua Komunitas Gerilyawan, Yohanes Setyo Sasongko menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan selama 11 tahun. Gerilyawan sengaja menyasar masyarakat miskin yang belum bisa mendapat bantuan pemerintah karena kendala administrasi dan status kepemilikan tanah.
"Kami hadir bukan untuk menggantikan pemerintah, tapi sebagai mitra terutama bagi masyarakat, Selama 11 tahun kami fokus pada bedah rumah bagi yang benar-benar membutuhkan, terutama yang tidak terakomodasi RTLH maupun dana desa,"ujar Yohanes saat acara tasyakuran.
Menurutnya, ke depan Gerilyawan berharap bisa semakin bersinergi dengan pemerintah agar semakin banyak kaum dhuafa yang terbantu.
2. Investasi amal jariyah

Pembangunan rumah ini terlaksana berkat kerja keras gotong royong para relawan, Komunitas Inyong lan Rika, serta berbagai komunitas sosial lainnya.
Yohanes menyebut kegiatan ini sebagai amal jariyah yang menjadi investasi kebaikan di akhirat.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pinjaman maupun investasi yang belum jelas legalitasnya agar tidak terjerat praktik keuangan yang merugikan.
3. DPRD Banyumas siap bantu program yang terlewat pemerintah

Sementara anggota DPRD Kabupaten Banyumas Fraksi PKS, Sutrisno menyebut sangat mengapresiasi kiprah Gerilyawan yang mampu menjangkau masyarakat miskin yang selama ini “terlewat” oleh program pemerintah.
"Saya mendukung penuh Gerilyawan. Ke depan saya harap komunitas ini punya badan hukum agar lebih mudah bersinergi dengan pemerintah. Kami siap membantu prosesnya,"kata Sutrisno.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Komunitas Gerilyawan berharap semakin banyak pihak masyarakat, komunitas, hingga pemerintah yang bersinergi menghadirkan hunian layak bagi warga kurang mampu di Banyumas.




















