Banjir Order Jelang Sekolah, Pelaku Konveksi Banyumas Ngaku Was-was

- Menjelang tahun ajaran baru, konveksi seragam sekolah di Banyumas kebanjiran pesanan hingga puluhan stel per minggu, meningkatkan omzet dan menyerap tenaga kerja lokal.
- Pelaku UMKM konveksi khawatir program seragam gratis pemerintah menurunkan permintaan karena vendor luar daerah lebih banyak dilibatkan, membuat usaha kecil terancam rugi.
- Pengusaha berharap pemerintah melibatkan penjahit lokal dalam program seragam gratis agar manfaat ekonomi tetap beredar di daerah dan keberlanjutan UMKM terjaga.
- Menjelang tahun ajaran baru, konveksi seragam di Banyumas seperti Bengsong kebanjiran pesanan hingga puluhan stel, membuat aktivitas produksi meningkat dan omzet pelaku usaha naik signifikan.
- Program seragam gratis dari pemerintah daerah dikhawatirkan menekan penjualan konveksi lokal karena vendor luar daerah sering memenangkan pengadaan, membuat UMKM terancam kehilangan pasar utama.
- Pelaku usaha berharap pemerintah melibatkan UMKM lokal dalam program seragam gratis agar perputaran ekonomi tetap di daerah dan keberlanjutan usaha kecil tetap terjaga sepanjang tahun.
Banyumas, IDN Times - Menjelang tahun ajaran baru, aktivitas di konveksi seragam sekolah rumahan di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, tampak lebih sibuk dari biasanya. Puluhan potong kain dijahit menjadi seragam, sementara para pekerja berpacu menyelesaikan pesanan yang harus segera dikirim.
Konveksi milik Siti, yang dikenal dengan nama Bengsong, mengalami lonjakan pesanan signifikan beberapa pekan terakhir. Kondisi ini rutin terjadi setiap menjelang dimulainya tahun ajaran baru. “Kalau menjelang tahun ajaran baru memang kebanjiran pesanan. Pesanan yang sedang kami kerjakan ini sekitar 50 stel dan harus selesai dalam waktu sekitar satu minggu. Sebagian akan diambil pelanggan mulai hari Senin,” ujar Siti, pemilik Bengsong.
Selain melayani wilayah Banyumas, konveksi ini juga menerima pesanan dari daerah lain. Tingginya permintaan membuat produksi berjalan hampir sepanjang hari agar tepat waktu. Momentum ini menjadi periode paling dinantikan pelaku usaha konveksi karena mampu meningkatkan omzet dibanding hari-hari biasa.
1. Berkah musiman bagi UMKM konveksi

Lonjakan permintaan seragam sekolah memberikan dampak ekonomi positif bagi UMKM di Banyumas. Selain menambah pendapatan, aktivitas produksi ini menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan rantai pasok kain serta aksesoris.
Sektor konveksi seragam menjadi salah satu penopang ekonomi mikro yang inklusif, terutama di pedesaan seperti Wangon.
Secara nasional, UMKM konveksi berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi daerah. Periode tahun ajaran baru sering menjadi “high season” yang menyelamatkan omzet tahunan pelaku usaha rumahan.
2. Program seragam gratis mengancam?

Di balik kenaikan permintaan, pelaku UMKM konveksi seperti Bengsong menghadapi ancaman dari program seragam sekolah gratis yang digulirkan pemerintah daerah di berbagai wilayah.
Pedagang dan konveksi seragam mengeluhkan penjualan yang anjlok drastis. Banyak yang terlilit utang bahan baku hingga miliaran rupiah karena pengadaan seragam gratis dimenangkan vendor dari luar daerah. Akibatnya, orang tua siswa menunggu distribusi pemerintah, sehingga permintaan pasar konveksi lokal merosot tajam.
Situasi serupa berpotensi terjadi di Banyumas, pelaku usaha berharap agar program seragam gratis melibatkan UMKM dan penjahit lokal agar tidak merugikan pelaku usaha. Tanpa keterlibatan lokal, program yang bertujuan meringankan beban orang tua justru bisa mematikan usaha kecil yang bergantung pada musim sekolah.
3. Harapan pelaku usaha

Pelaku usaha berharap tingginya permintaan seragam tidak hanya terjadi di awal tahun ajaran, tetapi juga berkelanjutan. Mereka juga berharap pemerintah daerah melibatkan UMKM lokal dalam program seragam gratis agar manfaat ekonominya tetap beredar di daerah.
Peningkatan permintaan seragam sekolah di Banyumas menunjukkan sektor usaha kecil masih bergerak. Namun, tanpa strategi yang tepat, program pemerintah berisiko memutus rantai ekonomi yang selama ini menopang ribuan rumah tangga.
Konveksi seperti Bengsong terus bekerja keras memenuhi pesanan. Di tengah peluang dan tantangan, keberlanjutan UMKM konveksi seragam sangat bergantung pada dukungan ekosistem yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.






















