Kabid Minerba Dinas ESDM Jateng Agus Sugiarto saat sidak bersama jajarannya ke tambang ilegal Desa Kemiren Srumbung. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Ia mengaku setelah meningkatkan pemantauan di lokasi penambangan, dirinya menemukan kerusakan kawasan TNGM terlebih lagi aktivitas penambangan juga melibatkan berbagai unsur.
Di Desa Kemiren, katanya terdapat ribuan truk dan alat berat seperti eksavator yang beroperasi. Pantauan yang dilakukan petugas Dinas ESDM mendapati lebih dari 15 lokasi tambang yang mengoperasikan 30-40 alat berat.
Ia mengatakan terdapat ribuan truk yang dioperasikan bersama dengan alat berat. Ia pun mendorong supaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberi perhatian serius untuk mencari jalan keluar atas kegiatan penambangan tanpa mengabaikan konservasi lingkungan di lereng Gunung Merapi.
"Kita sudah lihat ada lebih dari 15 lokasi dengan rata-rata alat tiga sampai ada puluhan. Efeknya telah menimbulkan kerugian negara, kerusakan lingkungan, tidak adanya pembayaran pajak, hilangnya sumber daya mineral karena cuma dinikmati segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab. Pengelolaan lingkungan setelah ekploitasi harusnya jadi lebih baik tapi realitanya malah kayak gini," tutur Agus.