Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Terungkap Fakta, Aipda RZ Langsung Tembak Siswa SMK Semarang GRO

Terungkap Fakta, Aipda RZ Langsung Tembak Siswa SMK Semarang GRO
Sejumlah siswa meletakkan bunga sebagai dukungan dan doa usai Aksi Usut Tuntas Kasus Penembakan Siswa di depan SMKN 4 Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Share Article

Semarang, IDN Times - Fakta baru kematian siswa SMK Negeri 4 Semarang berinisial GRO (17 tahun) kembali terungkap. Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan, Aipda RZ atau pelaku tidak melakukan tembakan peringatan sebelum menembakkan peluru ke korban GRO.

1. Aipda RZ meletuskan dua tembakan ke korban

Sejumlah rekan berdoa untuk siswa korban penembakan yang diduga oleh oknum polisi di Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Sejumlah rekan berdoa untuk siswa korban penembakan yang diduga oleh oknum polisi di Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/11/2024). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

"Tidak ada (tembakan peringatan)," ungkapnya di Halaman Mapolda Jateng, Kamis (28/11/2024).

Dalam kejadian tersebut, pelaku Aipda RZ langsung meletuskan dua tembakan dari ke arah tiga siswa SMK Negeri 4 Semarang. Dari penembakan itu menelan korban tewas GRO, sedangkan dua korban lainnya berinisial A dan S mengalami luka-luka.

2. Tembakan langsung mengarah ke korban

Ilustrasi penembakan. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi penembakan. (IDN Times/Aditya Pratama)

"Tembakan itu mengarah ke korban atau pelaku tawuran tersebut," ujarnya.

Kendati demikian, Artanto tidak memberikan keterangan secara detail apakah Aipda RZ dalam kondisi terancam saat melakukan penembakan. Sebab, setiap polisi harus mematuhi SOP terkait penggunaan senjata api.

3. Aipda RZ melakukan tindakan eksesif

ilustrasi polisi menjaga keamanan (unsplash.com/ev)
ilustrasi polisi menjaga keamanan (unsplash.com/ev)

"Jadi, kita menyebut yang bersangkutan melakukan tindakan eksesif atau tindakan berlebihan, dimana saat dia menggunakan alat kepolisian khusus seperti senjata api, pistol dan sebagainya harus sesuai SOP atau standar yang ada,’’ jelasnya.

Sehingga, lanjut Artanto, excessive action tidak dilakukan terhadap orang yang tawuran tersebut. Namun, hasil penyelidikan akan menentukan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Aria Hamzah
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews