Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trik Bikin Apem Rebo Wekasan, Merekah Sempurna Anti-Gagal Pakai Cetakan Rumahan
ilustrasi kue apem (pixabay.com/marinapo)
  • Kue apem menjadi sajian tradisi Rebo Wekasan di Jawa Tengah dan sekitarnya, melambangkan permohonan ampunan serta diharapkan bertekstur lembut, empuk, dan merekah.
  • Tapai singkong matang tanpa serat tengah dan ragi instan aktif menjadi pengembang utama; adonan perlu difermentasi 45–60 menit hingga mengembang dua kali lipat dan bergelembung.
  • Kukusan serta cetakan harus dipanaskan hingga beruap banyak; kukus dengan api besar 15–20 menit tanpa membuka tutup, yang dibungkus kain agar air tidak menetes.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
bulan Safar

Masyarakat di Jawa Tengah dan sekitarnya membuat kue apem untuk menyambut tradisi Rebo Wekasan.

5–10 menit

Ragi instan diuji dengan air hangat dan gula; ragi yang berbusa siap digunakan.

45–60 menit

Adonan diistirahatkan untuk fermentasi hingga mengembang dua kali lipat dan membentuk gelembung udara.

5 menit

Cetakan kosong dipanaskan dalam kukusan sebelum dituangi adonan.

15–20 menit

Apem dikukus dengan api besar tanpa membuka tutup panci agar tidak mengempis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pembuatan kue apem untuk tradisi Rebo Wekasan dengan langkah agar adonan mengembang, merekah, dan tidak bantat menggunakan cetakan kukusan rumahan.
  • Who?
    Ibu-ibu di Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya yang menyiapkan kue apem untuk menyambut tradisi Rebo Wekasan.
  • Where?
    Surakarta serta kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya, dengan proses memasak menggunakan kukusan dan cetakan rumahan.
  • When?
    Menjelang tradisi Rebo Wekasan pada bulan Safar; adonan difermentasi 45–60 menit dan dikukus selama 15–20 menit.
  • Why?
    Kue apem dibuat sebagai bagian tradisi Rebo Wekasan dan dimaknai sebagai simbol permohonan ampunan atau ngahwuan.
  • How?
    Gunakan tapai matang dan ragi aktif, fermentasikan adonan, panaskan kukusan serta cetakan, lalu kukus dengan api besar tanpa membuka tutup panci.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak ibu di Jawa Tengah membuat kue apem saat Rebo Wekasan. Apem ingin dibuat lembut dan mekar seperti bunga. Pakai tapai singkong yang bagus dan ragi yang masih hidup. Adonan didiamkan sampai mengembang. Kukusan dan cetakan harus panas. Lalu apem dikukus dengan api besar sampai matang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menjelang Rebo Wekasan, pembuatan apem dapat menjadi kegiatan yang lebih mudah dan menyenangkan dengan memanfaatkan cetakan kukusan rumahan. Pemilihan tapai dan ragi yang tepat, waktu fermentasi yang cukup, serta uap panas yang stabil memberi ruang bagi adonan untuk mengembang lembut dan merekah cantik, selaras dengan makna tradisinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times — Menyambut tradisi Rebo Wekasan di bulan Safar, membuat kue apem menjadi salah satu agenda wajib bagi ibu-ibu di kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya. Kue apem simbol permohonan ampunan (ngafuwan) ini identik dengan teksturnya yang lembut, empuk, dan bentuknya yang merekah cantik.

Namun, tidak sedikit ibu-ibu yang mengeluhkan hasil kue apem buatannya bantat, tidak mau merekah, atau terasa keras saat dingin. Padahal, rahasia apem yang mekar sempurna tidak selalu butuh oven khusus atau cetakan mahal.

Cukup pakai cetakan kukusan rumahan biasa, berikut 4 trik bikin kue apem Rebo Wekasan yang merekah sempurna dan anti-gagal ala IDN Times. Yuk, catat resep dan triknya, Lur!

1. Gunakan Tapai Singkong Berkualitas dan Ragi yang Masih Aktif

ilustrasi tape singkong (shutterstock.com/Maharani afifah)

Bahan pengembang alami adalah kunci utama agar adonan apem bisa mekar mengembang saat dikukus.

Gunakan tapai singkong yang manis, matang sempurna, dan buang serat tengahnya. Haluskan tapai hingga benar-benar lembut agar menyatu sempurna dengan tepung beras.

Pastikan ragi instan (fermipan) masih aktif dengan melarutkannya ke dalam sedikit air hangat dan gula. Jika berbusa dalam 5–10 menit, ragi siap digunakan.

2. Istirahatkan Adonan Minimal 45 Sampai 60 Menit

ilustrasi membuat adonan apem tepung beras (pexels.com/Los Muertos Crew)

Kesabaran dalam mengistirahatkan adonan sangat menentukan rongga udara di dalam kue apem.

Proses fermentasi setelah semua bahan (tepung beras, tepung terigu, gula pasir, tapai, santan, dan ragi) diuleni hingga tidak bergerindil, tutup wadah adonan dengan kain bersih.

Biarkan adonan berfermentasi selama 45–60 menit hingga volumenya meningkat dua kali lipat dan muncul gelembung-gelembung udara kecil di permukaan.

3. Panaskan Kukusan dan Cetakan Hingga Benar-benar Beruap Banyak

ilustrasi menyiapkan cetakan kue apem (pexels.com/Jordan Maraku)

Kesalahan paling sering terjadi adalah memasukkan adonan saat kukusan belum panas maksimal.

Pastikan air dalam panci kukusan sudah mendidih hebat dan menghasilkan uap yang sangat banyak sebelum adonan masuk.

Masukkan cetakan cucing/mangkuk kecil kosong ke dalam kukusan selama 5 menit terlebih dahulu sebelum dituangi adonan. Cetakan yang panas akan membantu adonan langsung terdorong naik dan mekar mendadak saat terkena uap.

4. Gunakan Api Besar dan Lap Tutup Panci Pakai Kain Clean

ilustrasi kue apem pisang (pixabay.com/Azeret76)

Kelembaban dan tekanan uap panas adalah penggerak utama agar kue apem merekah seperti bunga mekar.

Kukus apem menggunakan api besar selama 15–20 menit penuh dan hindari membuka tutup panci sebelum waktunya agar adonan tidak mengempis.

Bungkus tutup kukusan dengan kain atau serbet bersih agar tetesan air uap tidak menetes ke atas adonan, yang bisa menyebabkan permukaan apem jadi bantat dan basah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article