ilustrasi babat sapi (pixabay.com/Platus)
1. Pencucian Awal dan Pembuangan Lemak
Cuci babat di bawah air mengalir untuk membuang kotoran kasar. Pada tahap ini, pastikan untuk membuang gumpalan lemak tebal yang menempel, karena bagian ini sering menjadi sumber bau tak sedap. Hindari pemakaian air panas atau mendidih di awal proses. Suhu panas justru akan mengunci kotoran dan bau amis di dalam pori-pori babat sehingga sulit dibersihkan.
2. Pengolesan Kapur Sirih
Balurkan pasta kapur sirih secara merata ke seluruh permukaan babat yang berwarna hitam atau hijau gelap. Remas perlahan agar cairan kapur meresap masuk ke dalam serat-serat babat.
3. Proses Pelunakan (Pendiaman)
Biarkan babat yang berbalur kapur sirih selama 10 hingga 30 menit. Zat panas dari kapur akan merontokkan kotoran serta lapisan kulit luar yang keras. Jangan merendamnya melampaui batas waktu tersebut agar tekstur babat tidak hancur dan tidak menyisakan rasa pahit.
4. Pengerokan Lapisan Hitam
Setelah lapisan hitam melunak, kerok permukaan babat memakai punggung pisau tumpul, sendok, atau sikat. Lapisan kotor tersebut akan terkelupas dengan mudah, menampilkan bagian dalam babat yang putih bersih. Jika kulit luar sudah sangat lunak, proses ini juga bisa dibantu dengan kucekan tangan.
5. Pembilasan Akhir
Bilas kembali babat di bawah air mengalir sambil digosok perlahan. Pastikan tidak ada sisa kapur yang menempel agar masakan nantinya tidak pahit. Untuk menghilangkan sisa bau prengus secara total, lumuri babat bersih dengan air jeruk nipis atau cuka, diamkan sebentar, lalu bilas tuntas.
Terapkan trik praktis ini saat mengolah hidangan jeroan di dapur.
Jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini kepada keluarga atau rekan yang gemar memasak olahan daging sapi!