Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Truk Mundur di Tanjakan Silayur Semarang Masuk SPBU: Tutup Sementara

Truk Mundur di Tanjakan Silayur Semarang Masuk SPBU: Tutup Sementara
Kondisi di SPBU Silayur Semarang. (Dok. Pertamina)
Intinya Sih
  • Sebuah truk boks bermuatan paket terguling di area SPBU Silayur Semarang sekitar pukul 04.30 WIB, menyebabkan penutupan sementara untuk evakuasi dan pengamanan lokasi.
  • Kecelakaan terjadi karena truk gagal menanjak lalu mundur akibat rem tidak berfungsi, hingga menabrak area bongkar muat SPBU tanpa menimbulkan korban jiwa.
  • Pertamina Patra Niaga berkoordinasi dengan polisi untuk proses evakuasi menggunakan crane, sementara masyarakat diimbau menjauh agar tidak menghambat penanganan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Satu unit truk boks bermuatan paket terguling di area SPBU Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal.

Truk Mundur di Tanjakan Silayur, SPBU Tutup Sementara

1. Truk masuk area SPBU dan terguling

IMG_2813.jpeg
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan. (IDN Times/Dhana Kencana)

Truk bernomor polisi AE 8434 BA itu dikemudikan Muhammad Yasin, 54, warga Sidoarjo, Jawa Timur. Kendaraan membawa muatan dari Surabaya menuju kawasan Semarang.

Akibatnya peristiwa itu, area SPBU Silayur untuk sementara ditutup karena proses evakuasi dan pengamanan lokasi.

“Untuk saat ini SPBU Silayur tutup sementara untuk proses evakuasi dan pengamanan di lokasi,” kata Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufik Kurniawan.

Menurutnya, truk semula akan menanjak ke arah Kedungpane. Namun, saat proses menanjak, truk gagal melaju dan bergerak mundur hingga menabrak area bongkar muat SPBU.

“Truk tersebut hendak menanjak ke arah Kedungpane, tapi dalam proses menanjak gagal. Kemudian truk mundur dan menabrak area bongkaran SPBU,” ujar Taufik, Rabu (13/5/2026).

Keterangan serupa disampaikan sopir truk, Muhammad Yasin. Ia mengatakan, truk sempat masuk gigi dua ketika melewati tanjakan Silayur. Namun, saat mendekati bagian atas tanjakan, truk tidak kuat melaju.

“Pas nanjak masuk gigi persneling dua, terus sudah sampai atas pucuk, sekitar 500 meter, tiba-tiba tidak kuat, akhirnya kembali mundur,” katanya.

Yasin mengaku sempat berupaya menghentikan kendaraan. Tapi, rem tidak mampu menahan laju truk yang terus bergerak mundur.

“Sudah saya pindah ke persneling satu masih tidak kuat. Saya rem tidak ngangkat, rem tidak berfungsi, los, mesin posisi masih hidup. Hand rem saya tarik, tapi masih turun,” ujarnya.

Saat truk melaju mundur, sejumlah pengendara sepeda motor disebut sempat menghindar. Yasin mengaku, truk yang ia kemudikan akhirnya melompat pembatas jalan dan masuk ke area SPBU.

“Ada sepeda motor dari atas menghindar sampai saya diteriaki. Kalau yang dari bawah juga ada. Untungnya truk lompat pembatas jalan ke kanan dan masuk ke SPBU,” akunya.

Yasin menyebut rem kendaraan sudah terasa kurang pakem sejak awal perjalanan.

“Iya, dari awal perjalanan terasa trouble. Remnya kurang pakem, terasa remnya kurang,” ujarnya.

Sementara itu, SPBU yang semestinya mulai beroperasi pukul 06.00 WIB belum melayani pengisian bahan bakar. Namun, minimarket dan layanan pompa angin di kawasan SPBU tetap melayani konsumen.

2. Area terdampak dan proses evakuasi

IMG_20260217_123222.jpg
Ilustrasi SPBU. (IDN Times/Ashrawi Muin)

Taufik menyampaikan, area yang terdampak sementara hanya area pembongkaran. Dispenser dan bagian lain SPBU disebut tidak terdampak, meski pengecekan lanjutan masih menunggu proses evakuasi selesai.

“Yang terdampak saat ini hanya area pembongkaran saja. Dispenser dan lain-lain tidak ada yang terdampak. Namun, pengecekan lebih lanjut akan kita lakukan setelah proses evakuasi selesai,” kata Taufik.

Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY juga berkoordinasi dengan polisi terkait penanganan kecelakaan tersebut. Proses evakuasi diperkirakan memakai crane.

Taufik mengimbau warga tidak berkerumun di sekitar lokasi agar proses evakuasi berjalan aman dan tidak memicu kemacetan.

“Kami pastikan selama proses evakuasi ini mengedepankan aspek safety. Masyarakat kami imbau yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk menjauh atau tidak menonton dan berkerumun sehingga mengakibatkan kemacetan,” ujarnya.

3. Petugas SPBU dengar suara benturan keras

ilustrasi SPBU
ilustrasi SPBU (unsplash.com/Anshor Halim)

Petugas SPBU, Nayni, mengatakan waktu kejadian terekam CCTV sekitar pukul 04.31 WIB. Ia tidak melihat langsung peristiwa itu, tetapi mendengar suara benturan keras dari area SPBU.

“Kejadian jam 04.31 WIB, lihat dari CCTV. Truknya dari atas terus ke sini,” kata Nayni.

Ia mengaku, awalnya tidak menyangka suara benturan tersebut berasal dari area SPBU.

“Tadi saat kejadian saya di mess, sebenarnya dengar suara ‘bruk’ agak keras. Saya kira di bawah, bukan di sini,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More