Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Operasional Truk Berat yang Melintas di Rute Silayur Semarang Dibatasi

Operasional Truk Berat yang Melintas di Rute Silayur Semarang Dibatasi
Pemerintah Kota Semarang terus memperketat pengawasan di koridor Jalan Prof Hamka atau Kawasan Silayur, Ngaliyan. (dok. Dishub)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Semarang membatasi operasional truk bertonase di atas 8 ton di Jalan Prof Hamka, Silayur, dengan portal pembatas ketinggian dan penjagaan intensif demi menekan angka kecelakaan.
  • Dishub menemukan banyak sopir belum tahu aturan baru, sehingga dilakukan sosialisasi dan pengawasan rutin di dua titik utama agar kendaraan berat tidak melintas pada jam pembatasan.
  • Petugas patroli diterjunkan ke jalur alternatif Gunungpati–Boja untuk mencegah truk besar melewati rute sempit dan berisiko, sebagai bagian dari penataan lalu lintas jangka panjang Pemkot Semarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang terus memperketat pengawasan di koridor Jalan Prof Hamka atau Kawasan Silayur, Ngaliyan. Upaya ini sebagai langkah serius memutus rantai kecelakaan di kawasan rawan kecelakaan tersebut. 

1. Penjagaan intensif di Kedungpane serta Simpang Jrakah

jrakah, silayur, ngaliyan
Pemerintah Kota Semarang terus memperketat pengawasan di koridor Jalan Prof Hamka atau Kawasan Silayur, Ngaliyan. (dok. Dishub)

Melalui pemasangan portal pembatas ketinggian 3,4 meter dan penjagaan intensif di Kedungpane serta Simpang Jrakah, sedikitnya 50 kendaraan berat setiap hari dicegah melintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kebijakan pembatasan kendaraan bertonase di atas 8 ton itu diberlakukan pada pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Selama jam tersebut, kendaraan berat diarahkan memutar balik atau menunggu hingga jam operasional berakhir.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Semarang, Dody Febrianto mengatakan, pengawasan dilakukan setiap hari sebagai tindak lanjut evaluasi atas sejumlah insiden yang terjadi di kawasan Silayur.

“Rata-rata dalam sehari dari arah BSB melalui portal Wates Kedungpane maupun portal Jrakah, ada sekitar 50 kendaraan berat yang kami putarbalikkan. Mayoritas berasal dari Jakarta, Surabaya, hingga luar Jawa,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

2. Sopir truk belum mengetahui pembatasan operasional

Silayur
Kawasan rawan kecelakaan di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (IDN Times/bt)

Menurutnya, sebagian besar sopir truk mengaku belum mengetahui adanya pembatasan operasional maupun pemasangan portal di jalur tersebut. Maka itu, selain penindakan di lapangan, Dishub juga terus memperkuat sosialisasi agar pengemudi angkutan logistik memahami aturan sebelum memasuki wilayah Kota Semarang.

Pengawasan dilakukan bergantian di dua titik portal utama. Portal di Simpang Jrakah yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan pun telah diperbaiki agar pengendalian kendaraan dapat berjalan maksimal.

Tidak hanya truk besar, bus berukuran besar yang hendak melintas menuju Jalan Prof Hamka juga diarahkan menggunakan jalur alternatif atau menunggu hingga pembatasan berakhir.

3. Terjunkan petugas patroli di jalur alternatif

Silayur
Kawasan rawan kecelakaan di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. (IDN Times/bt)

Untuk mengantisipasi perpindahan arus kendaraan berat ke jalur alternatif, Dishub turut menerjunkan petugas patroli di kawasan Gunungpati menuju Boja. Langkah ini dilakukan karena kontur jalan yang sempit dan menanjak dinilai berisiko dilalui kendaraan bertonase besar.

“Kami patroli untuk memberikan imbauan agar kendaraan berat tidak melintas ke jalur Gunungpati karena kondisi jalannya cukup rawan,” terang Dody.

Pemkot Semarang menegaskan pengamanan koridor Prof Hamka bukan langkah sementara, melainkan bagian dari penataan lalu lintas jangka panjang guna memastikan keselamatan pengguna jalan dan mencegah kejadian serupa terulang di kawasan Tanjakan Silayur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More