Ular Kobra Ditemukan di RS Darurat COVID-19 Solo yang Akan Dibuka

1. Sterilisasi lokasi isolasi

Penemuan ular tersebut dilakukan secara sengaja oleh komunitas Exolus Kota Solo. Mereka sengaja melakukan penyisiran ular, sebagai persiapan dibukanya kembali rumah sakit lapangan (Rumkitlap) Benteng Vastenburg, untuk lokasi isolasi pasien Covid-19.
Dari penyisiran tersebut ditemukan delapan ekor ular ukuran kecil hingga indukan. Tak hanya itu, komunitas Exolus juga menemukan beberapa kulit ular di beberapa lokasi. Penyisiran sendiri dilakukan di bagian dalam benteng hingga sekitar Benteng Vastenburg.
2. Pengisiran dilakukan sebanyak 3 kali

Jodi, anggota Exolus Indonesia mengatakan penyisiran sendiri dilakukan mulai pagi hari hingga siang hari, dari penyisiran yang dilakukan sebanyak tiga kali tersebut ditemukan sebanyak delapan ekor ular. Jodi mengungkapkan sebagian besar ular yang ditemukan merupakan ular tak berbisa, namun ada juga dua ekor ular berbisa mematikan.
"Ini ada 6 ular jali, dan ular insularis hijau , satu ular baby Cobra Jawa. Kalau ular jali gak berbisa yang berbisa dua itu insularis dan cobra," ungkapnya saat ditemui di Benteng Vastenburg Solo, Selasa (15/2/22).
3. Dilepaskan kembali ke alam

Usai ditengkap, kedelapan ular tersebut nantikan akan dilepaskan kembali ke alam. Menurut, ular menjadi penyeimbang ekosistem alam yang harus dilindungi.
"Nanti kita lepaskan ke alam, yang penting tidak menimbulkan dampak psikologis, karena bagi ular awam ular non venom pun itu akan dianggap berbisa," ungkapnya.
Rumah sakit lapangan (Rumkitlap) Benteng Vastenburg sendiri kembali menjadi lokasi isolasi terpusat pasien Covid-19. Dibukanya rumah sakit tersebut lantaran adanya kenaikan kasus Covid-19 di Solo.


















