Walah! KPK Sebut Banyak Korupsi Libatkan Istri dan Anak

- KPK mengumpulkan para kepala dinas untuk memberikan pengarahan pencegahan korupsi
- Kasus korupsi yang melibatkan anggota keluarga semakin marak dan perlu dicegah dengan peran masing-masing individu
- Materi bimtek terkait berbagai bentuk korupsi yang melibatkan keluarga, upaya pencegahan dari keluarga, dan sebagainya
Semarang, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan saat ini banyak kasus korupsi yang melibatkan anggota keluarga pelaku. Bahkan, menurut Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kumbul Kusdwidjanto maraknya kasus korupsi yang melibatkan anggota keluarga semestinya dapat dicegah melalui peran masing-masing individu untuk saling mengingatkan.
"Jadi keluarga sangat penting untuk saling mengingatkan. Apalagi sekarang banyak kasus korupsi yang modusnya melibatkan keluarga, baik istri maupun anak," tutur Kumbul kepada wartawan setelah memberikan pengarahan pencegahan korupsi bagi semua kepala dinas di lingkungan Pemprov Jateng, Senin (8/7/2024).
1. Bebas korupsi bisa dimulai dari setiap individu

Kumbul menyebut, Indonesia bebas korupsi dapat terwujud dimulai dari diri masing-masing. Apabila setiap individu dan keluarga tidak korupsi, diharapkan lingkungan sekitarnya baik RT, RW, dan seterusnya juga tidak korupsi.
Untuk itulah, dengan mengadakan bimtek dan pengarahan kepada para kepala dinas setidaknya mereka bisa lebih memahami bagaimana caranya membangun keluarga yang harmonis untuk mencegah tindak pidana korupsi.
"Materi yang diberikan terkait berbagai bentuk korupsi yang melibatkan keluarga, upaya pencegahan dari keluarga, dan sebagainya," ujar Kumbul.
2. KPK sudah gelar bimtek keluarga integritas di 80 daerah

KPK telah melaksanakan bimtek keluarga berintegritas di berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 80 daerah telah melaksanakan program serupa, termasuk program paku integritas yang dilaksanakan di tingkat kementerian.
3. Sekda: Hal yang diterima harus disyukuri

Senada, Sekda Jateng, Sumarno menyampaikan keluarga mempunyai peran penting dalam pencegahan korupsi. Terutama mengenai keterbukaan dalam hal perolehan pendapatan ekonomi dari suami atau istri.
Sumarno mengatakan, istri maupun suami pejabat berhak mengingatkan pasangannya jika membawa uang yang jumlahnya lebih dari yang seharusnya diterima.
Kendali keluarga sangat penting untuk memastikan pendapatan yang diperoleh berasal dari cara yang wajar. "Sepanjang itu menjadi hak dan sesuai dengan ketentuan, maka harus disyukuri. Tetapi kalau ternyata uang itu bukan dari yang seharusnya, maka seorang istri atau keluarga harus mengingatkan suami agar tidak dilakukan," katanya.


















