Penampakan Paviliun Garuda RSUP Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Dirut RSUP dr Kariadi Semarang, dr Agus Akhmadi mengatakan sebagai rumah sakit rujukan, pihaknya melayani lebih dari 7.000 pasien TBC untuk berbagai layanan rawat inap, rawat jalan dan IGD setiap tahun.
RSUP Kariadi juga menjadi rumah sakit rujukan pengobatan TB resisten obat (TB-RO), dengan 511 pasien TB-RO dilaporkan telah sembuh setelah menjalani pengobatan.
Untuk percepatan diagnosis, hampir 9.000 pemeriksaan penunjang TBC dilayani setiap tahun, mulai dari pemeriksaan dasar, kultur, pemeriksaan biomolekuler/TCM hingga sequencing TBC sebagai bagian dari program riset BGSi.
Data pelayanan tahun 2025 menunjukkan total keberhasilan pengobatan TB-RO sebesar 83,39 persen, dengan keberhasilan regimen jangka pendek mencapai 100 persen dan regimen jangka panjang 66,78 persen.
Laporan Pasien TBC dari sisi diagnostik, sepanjang September 2025–Agustus 2026 RSUP Dr. Kariadi mencatat ribuan pemeriksaan laboratorium TBC, termasuk 3.629 pemeriksaan BTA, 4.613 TCM TB, 21 kultur TB, 585 tNGS TB, dan 120 TCM XDR TB.
Laboratorium TB RSUP Dr. Kariadi terpilih bersama delapan rumah sakit lainnya di Indonesia untuk mengikuti program peningkatan sarana dan alat kesehatan layanan prioritas TBC, yang diarahkan untuk meningkatkan standar Laboratorium TB menjadi BSL-2+.
"Dukungan ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas diagnostik dan pelayanan TB, khususnya untuk kasus yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.