Semarang, IDN Times - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) harus menelan pil pahit dalam pemilihan presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024. Sebab, pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang diusung gagal mendulang suara di rekapitulasi suara cepat (quick count) maupun penghitungan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam hasil penghitungan suara sementara yang dilakukan KPU, per 20 Februari 2024 pukul 10.00 WIB, sudah 72,16 persen suara yang masuk dari 594.061 TPS dari total 823.236 TPS di seluruh Indonesia. Paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh suara sebanyak 16.667.381 atau secara prosentase 17,12 persen.
Suara yang diraih paslon yang diusung partai berlambang banteng moncong putih itu di bawah dua paslon lain, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming yang mendulang 57.085.817 suara (58,62 persen) dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang meraih 23.623.901 suara (24,26 persen).
Kekalahan Ganjar-Mahfud ini juga terjadi di daerah-daerah yang disebut kandang banteng seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Kondisi ini berbeda dengan perolehan suara PDIP sebagai partai politik peserta Pemilu Legislatif 2024. Berdasarkan real count dari KPU, per 20 Februari 2024 dari total akumulasi suara 58,07 persen menunjukkan PDIP menduduki peringkat tertinggi dengan 16,93 persen atau mendulang 10,857 juta suara dari 18 parpol peserta Pemilu 2024.
Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Dr Nur Hidayat Sardini menanggapi persoalan tersebut.
Nur Hidayat Sardini, mempunyai nama lengkap, Dr. Nur Hidayat Sardini, SSos, S, H, MSi, pria 54 tahun ini berasal dari Pekalongan Jawa Tengah. Ia merupakan seorang dosen di Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Panwaslu Provinsi Jawa Tengah periode 2003-2004 Pendiri dan pada awal pendirian pernah menjabat Sekretaris Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (PERLUDEM) wadah mantan fungsionaris Panwas Pemilu Tahun 2004, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (BAWASLU RI, 2008-2011), Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI, 2012-2017).
Seperti apa analisis dari dosen di Departemen Politik dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang akrab disapa NHS tersebut? Simak wawancara khusus (wansus) dengan IDN Times berikut.
![[Wansus] Konstelasi Politik PDIP Berubah, Ganjar-Mahfud Jadi Kalah](https://image.idntimes.com/post/20240210/whatsapp-image-2024-02-10-at-203231-55d29cf4-8f3b5cb6c54d9ed652b62a82ee6bb50a.jpg)