Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warak Padewaras Jadi Maskot Pilwakot Semarang 2024

Warak Padewaras Jadi Maskot Pilwakot Semarang 2024
Peluncuran Maskot dan Jingle Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024 di Ruang Lokakrida, Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (27/5/2024) malam. (dok. KPU)
Share Article

Semarang, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang meluncurkan maskot dan jingle untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Kota Semarang 2024 di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Senin (27/5/2024) malam. Peluncuran maskot dan jingle yang diberi nama Warak Padewaras ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2024. 

1. Gunakan maskot pilkada sebelumnya

Peluncuran Maskot dan Jingle Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024 di Ruang Lokakrida, Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (27/5/2024) malam. (dok. KPU)
Peluncuran Maskot dan Jingle Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024 di Ruang Lokakrida, Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (27/5/2024) malam. (dok. KPU)

Maskot Warak Padewaras ini kepanjangan dari Paku Demokrasi atau Pena Demokrasi Warga Kota Semarang. Adapun, pernah dipakai di Pilkada sebelumnya masih digunakan. Sedangkan, jingle kali ini mengandung makna Guyub Rukun dan Migunani.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom menjelaskan, maskot yang digunakan pada Pilwakot Semarang 2024 ini masih sama seperti Pilkada sebelumnya. Menurutnya, Warak Padewaras masih sangat relevan menggambarkan toleransi dan kedamaian Kota Semarang.

“Untuk maskotnya sebenarnya kita masih menggunakan maskot pada pilkada-pilkada sebelumnya, karena saya kira maskot tersebut masih sangat relevan untuk menggambarkan Kota Semarang,” ungkapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Nanda itu, maskot Warak Padewaras masih menggambarkan Kota Semarang sebagai kota yang sifatnya kolaboratif dari berbagai macam etnis, berbagai macam suku bangsa, juga berbagai macam pemikiran.

2. Warak Padewaras gambarkan heterogenitas Semarang

Peluncuran Maskot dan Jingle Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024 di Ruang Lokakrida, Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (27/5/2024) malam. (dok. KPU)
Peluncuran Maskot dan Jingle Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024 di Ruang Lokakrida, Kompleks Balai Kota Semarang, Senin (27/5/2024) malam. (dok. KPU)

‘’Dari maksud tersebut, Warak Padewaras menggambarkan heterogenitas yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Selanjutnya, KPU akan fokus pada pembentukan tenaga PPK dan PPS. Selain itu, juga penentuan daftar pemilih dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan berperan aktif untuk menyukseskan Pilwakot Semarang 2024.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir dalam peluncuran maskot dan jingle Pilwakot 2024 berpesan agar masyarakat bisa menjaga kondusivitas saat pelaksanaan Pemilu Pilkada di Kota Semarang. Dirinya juga meminta semua pihak untuk terlibat dalam pengamanan agar Pemilu berjalan dengan lancar dan tertib.

“Tentunya kita harapkan ini merupakan tahapan-tahapan yang insya Allah bisa dilalui dengan lancar, dan nantinya siapa pun calon Wali Kota atau bakal Calon Wakil Wali Kota yang maju ya kita tetap menjaga semua proses-proses yang ada,” ujarnya.

3. Angka partisipasi Pilkada lalu masih di bawah target

Ilustrasi pilkada. IDN Times
Ilustrasi pilkada. IDN Times

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Ita ini berharap siapapun calon yang akan maju dalam kontestasi Pilwakot Semarang bisa saling menghargai dan sama-sama mengedepankan persatuan.

‘’Sebab, yang saat ini masih menjadi persoalan adalah partisipasi masyarakat. Pada pilkada sebelumnya, total partisipasi warga Kota Semarang mencapai 68 persen. Angka ini masih di bawah target, akan tetapi ada beberapa pemicu salah satunya pandemik COVID-19,’’ katanya.

Ke depan, Ita berharap masyarakat bisa aktif dalam keikutsertaan di Pilkada 2024. Menurut dia, keterlibatan masyarakat di pemilu sangat penting dalam menentukan pemimpin Kota Semarang.

“Jadi siapa pun nanti yang menjadi calon, monggo itu tolong jaga kondusivitas. Tidak perlu, mungkin, menjelek-jelekkan lawan dan sebagainya gitu. Dan masyarakat kan juga sudah belajarlah dari masa-masa yang lalu. Kalau kami sih yakin Insya-Allah masyarakat di sini sudah banyak belajar dari masa lalu, apalagi juga Pileg, Pilpres kan banyak perbedaan pilihan,’’ tandasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
ANGGUN PUSPITONINGRUM
EditorANGGUN PUSPITONINGRUM

Latest News Jawa Tengah

See More

Liburan Sekolah, Waktunya Pelni Semarang Tebar Diskon Tiket Kapal

27 Jun 2026, 13:33 WIBNews