Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Gunungsari Batang Tangkap Macan Kumbang Pemangsa Ternak
Macan kumbang (pixabay.com/Eelffica)
  • Warga Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Batang, menangkap macan kumbang setelah melihatnya memangsa ayam dan marmut di kandang warga pada Rabu pagi.
  • Warga mengurung macan kumbang yang masuk ke rumah dengan menutup akses pintu, lalu melaporkannya kepada kepolisian untuk proses evakuasi.
  • Evakuasi melibatkan BKSDA, Taman Safari Beach Batang, dokter hewan, Damkar, dan BPBD; macan kumbang berkaki luka kini menjalani perawatan medis tanpa korban jiwa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seekor macan kumbang yang diduga memangsa ternak warga berhasil ditangkap dan dievakuasi setelah masuk ke permukiman Desa Gunungsari.
  • Who?
    Warga Dukuh Ngasinan, Polsek, Koramil, Trantib, Perhutani, relawan, BKSDA Jateng, Taman Safari Beach Batang, dokter hewan, Damkar, dan BPBD Batang terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Macan kumbang ditemukan di Dukuh Ngasinan, Desa Gunungsari, Kabupaten Batang, termasuk di rumah seorang warga tempat hewan tersebut dikurung.
  • When?
    Warga memergoki macan kumbang pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WIB. Konfirmasi kepolisian disampaikan Kamis, 13 Agustus 2026.
  • Why?
    Dugaan sementara, macan kumbang turun ke permukiman untuk mencari makan. Hewan itu mengalami luka pada kaki sehingga diprakirakan kesulitan mencari makanan di habitatnya.
  • How?
    Warga melapor ke polisi, lalu macan kumbang dikurung dengan menutup akses rumah. Petugas gabungan mengevakuasinya dan kini hewan tersebut menjalani perawatan medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Warga Desa Gunungsari menangkap macan kumbang yang masuk kampung dan makan ayam serta marmut. Macan itu lalu masuk rumah warga, jadi pintunya ditutup. Polisi, petugas hutan, BKSDA, dokter hewan, dan tim lain datang menolong. Kakinya luka. Sekarang macan itu dirawat. Tidak ada warga atau petugas yang terluka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan macan kumbang di Gunungsari menunjukkan koordinasi yang sigap antara warga, aparat, relawan, dan lembaga konservasi. Evakuasi yang berlangsung aman tanpa korban jiwa tidak hanya membantu meredakan ancaman terhadap ternak dan warga, tetapi juga memastikan satwa yang terluka itu memperoleh perawatan medis lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batang, IDN Times - Seekor macan kumbang yang kerap memangsa hewan-hewan ternak diketahui berhasil ditangkap sejumlah warga Desa Gunungsari Kabupaten Batang. 

Semula sejumlah warga Dukuh Ngasinan Desa Gunungsari memergoki macan kumbang tersebut sedang memasuki kampung mereka. 

Saat itu, warga melihat macan kumbang sedang menerkam ayam dan marmut di kandang milik warga kisaran, Rabu (12/8/2026) jam 05.30 WIB. Tak lama ada warga melapor ke Polsek Gunungsari. 

Kemudian pihak Polsek bersama Koramil, Trantib, Perhutani, relawan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolsek Bawang, AKP Slamet Riyanto, membenarkan ada warga yang menangkap macan kumbang di Desa Gunungsari. "Dugaan sementara, macan kumbang tersebut turun ke pemukiman warga untuk mencari makan," akunya, Kamis (13/8/2026). 

Ia mendapat informasi kalau warga dan petugas BKSDA awalnya mengurung macan kumbang yang masuk ke dalam rumah milik seorang warga dengan cara menutup seluruh akses pintu rumah.

Proses evakuasi juga melibatkan tim dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng. Kemudian tim Taman Safari Beach Batang, dokter hewan, Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang. 

Saat ditangkap, macan kumbang tersebut dalam kondisi luka pada bagian kaki. Sehingga diprakirakan kesulitan beradaptasi mencari makanan.

Sekarang hewan buas tersebut mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Seluruh rangkaian proses evakuasi berlangsung aman, lancar, dan terkendali tanpa menimbulkan korban jiwa dari pihak warga maupun petugas. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article