Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Jateng Harus Minum Antibiotik Sampai Habis untuk Cegah AMR
ilustrasi antibiotik (unsplash.com/Roberto Sorin)

Semarang, IDN Times - Warga Jawa Tengah saat ini diminta mencegah resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) dengan mematuhi anjuran resep dokter. Pasalnya, jika mengonsumsi antibiotik tidak langsung habis justru memicu dampak yang lebih buruk. 

1. Sekda: Warga harus diedukasi

Sekda Jateng Sumarno. (Dok Humas Pemprov Jateng)

Menurut Sekda Jateng Sumarno, semua stakeholder semestinya menggencarkan sosialisasi dan informasi yang jelas tentang manfaat dan risiko mengkonsumsi obat antibiotik. 

Termasuk yang perlu diinformasikan salah satunya mengenai mengkonsumsi antibiotik harus sampai habis. Karena jika tidak tuntas maka bakteri penyebab infeksi menjadi kebal. 

"Ini masyarakat perlu diedukasi, karena pada bungkus obat antibiotik juga tidak dijelaskan kenapa harus habis. Sehingga perlu adanya edukasi kepada masyarakat sebagai konsumen," ujarnya, Rabu (11/10/2023).

2. Perawat, apoteker lebih paham resiko AMR

IDN Times/Imam Rosidin

Ia menjelaskan produsen obat, pelaku usaha bidang kesehatan, apoteker, perawat, maupun pelayanan kefarmasian yang lebih paham tentang risiko AMR. Dengan begitu,  mempunyai peran penting dalam memberikan informasi kepada konsumen atau masyarakat. 

"Mengendalikan laju AMR merupakan tugas dari kita semua, termasuk kita dari Provinsi Jawa Tengah dalam rangka melindungi masyarakat kita," ungkap Sumarno. 

3. Minum antibiotik gak bisa sembarangan

unsplash.com

Lebih lanjut, untuk mencegah laju AMR, katanya berbagai langkah strategis harus dilakukan, antara lain pengawasan peredaran obat, serta edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik.

“Karena masyarakat banyak yang tidak paham tentang antibiotik, ini butuh sosialisasi; bahwa mengkonsumsi antibiotik ini tidak sembarangan dan harus dengan resep dokter," kata Sumarno. 

4. BPOM mengaku gak bisa kerja sendirian

Ragam makanan takjil dicek kandungan bahan bakunya oleh petugas BPOM Semarang. IDN Times/Fariz Fardianto

Sementara, Pelaksana Harian (Plh) BPOM Semarang, Woro PH mengatakan sudah ada dukungan Pemprov Jateng melalui kebijakan pengendalian kecepatan laju AMR dengan menerbitkan surat edaran kepada pelaku usaha antibiotik, serta memberikan imbauan kepada masyarakat luas untuk ikut berperan aktif mengendalikan AMR.

"BPOM Semarang menyadari, bahwa dalam menangani masalah AMR tiak bisa bekerja sendiri, tapi butuh dukungan stakeholder dan lintas sektor terkait sesuai fungsi masing-masing," kata Woro. 

Editorial Team

Related Article