Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Muslim Muhammadiyah di Semarang Gelar Salat Idulfitri 1444 H

Warga Muslim Muhammadiyah di Semarang Gelar Salat Idulfitri 1444 H
Warga muslim Muhammadiyah melaksanakan salat Idulfitri 1444 hijriyah di Masjid Baitul Iman, Alun-Alun Panjangan, Jalan Untung Suropati Semarang Barat, Jumat (21/4/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Share Article

Semarang, IDN Times - Warga muslim Muhammadiyah di Kota Semarang melaksanakan salat Idulfitri 1444 Hijriyah, Jumat (21/4/2023). Mereka merayakan Lebaran lebih awal sesuai dengan yang telah ditetapkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1444 Hijriyah.

1. Warga muslim Muhammadiyah gelar salat ied di 49 lokasi

Warga muslim Muhammadiyah melaksanakan salat Idulfitri 1444 hijriyah di Masjid Baitul Iman, Alun-Alun Panjangan, Jalan Untung Suropati Semarang Barat, Jumat (21/4/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Warga muslim Muhammadiyah melaksanakan salat Idulfitri 1444 hijriyah di Masjid Baitul Iman, Alun-Alun Panjangan, Jalan Untung Suropati Semarang Barat, Jumat (21/4/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Untuk di Kota Semarang sendiri ada 49 lokasi di 16 kecamatan yang menggelar salat Idulfitri. Salah satunya di Masjid Baitul Iman, Alun-Alun Panjangan, Jalan Untung Suropati Semarang Barat. Ratusan warga muslim Muhammadiyah mengikuti salat yang dimulai pukul 06.00 WIB.

Mereka memadati halaman masjid dan Alun-Alun Panjangan yang berada di depan Masjid Baitul Iman. Setelah salat usai, Ustad Soma Iriyanto yang menjadi imam sekaligus khatib memberikan tausiyah kepada jamaah salat ied dengan tema Kunci Utama Keluar dari Jahiliyah dengan Kembali kepada Al Quran dan As Sunnah.

2. Kunci utama untuk meninggalkan perilaku jahiliyah

Warga muslim Muhammadiyah melaksanakan salat Idulfitri 1444 hijriyah di Masjid Baitul Iman, Alun-Alun Panjangan, Jalan Untung Suropati Semarang Barat, Jumat (21/4/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Warga muslim Muhammadiyah melaksanakan salat Idulfitri 1444 hijriyah di Masjid Baitul Iman, Alun-Alun Panjangan, Jalan Untung Suropati Semarang Barat, Jumat (21/4/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Dia menyampaikan, bahwa hari ini adalah kunci utama kebangkitan untuk meninggalkan perilaku jahiliyah.

‘’Sebab, saat ini kita sedang berada dalam suasana ketidakberdayaan. Apakah kita bisa keluar dari jahiliyah ini? Tentu bisa, yakni dengan kembali mengimani Al Quran dan As Sunnah,’’ ungkapnya.

Menurut Soma, saat ini umat Islam tengah dihadapkan kembali seperti pada zaman jahiliyah. Misalnya, makin maraknya praktik riba, korupsi, dan meniru budaya asing.

3. Mengamalkan Al Quran untuk keluar dari keterpurukan

Ilustrasi anak-anak penghafal Al Quran (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)
Ilustrasi anak-anak penghafal Al Quran (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)

‘’Maka itu, tugas kita adalah mengamalkan Al Quran. Mengamalkan itu mengimani, tidak sekadar membaca saja. Dengan begitu semoga kita bisa keluar dari keterpurukan dan tidak kembali pada zaman jahiliyah,’’ katanya.

Sebab, imbuh dia, selama ini kita jauh sekali dari Al Quran. Semua perintah di dalam Al Quran sedikit sekali yang kita lakukan. Selain itu, kunci utama lain menuju kebaikan adalah saling tolong-menolong, saling melindungi dan tidak bercerai berai

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Jadwal Pengumuman SPMB SMP Kota Semarang 2026 dan Cara Cetak Bukti Lolos

27 Jun 2026, 16:00 WIBNews