Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Fakta Tentang Nyeri Otot, Penyebab dan Cara Mengatasi

ilustrasi nyeri (pexels.com/Dany Kurniawan)
ilustrasi nyeri (pexels.com/Dany Kurniawan)
Intinya sih...
  • Nyeri otot punya "rasa" yang berbeda-beda, seperti nyeri akut dan DOMS
  • Penyebab nyeri otot umumnya karena otot digunakan berlebihan, namun bisa juga disebabkan oleh faktor lain seperti infeksi virus atau kekurangan vitamin D
  • Nyeri otot bisa memengaruhi gerakan tubuh, aktivitas sehari-hari, dan menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius jika berlangsung lama
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu merasa otot pegal setelah olahraga atau seharian beraktivitas? Nyeri otot adalah hal yang sangat umum, tapi ternyata ada banyak hal menarik di balik rasa sakit ini. Nah, ini dia 5 fakta penting tentang nyeri otot, apa penyebabnya, bagaimana dampaknya terhadap tubuh, dan cara paling tepat untuk mengatasinya. Kamu bisa lebih paham kapan nyeri otot hanya hal biasa dan kapan harus lebih waspada. Jadi, jangan langsung panik, tapi juga jangan menyepelekan sinyal dari tubuhmu. Yuk simak selengkapnya!

1. Nyeri otot punya "rasa" yang berbeda-beda

ilustrasi nyeri (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi nyeri (pexels.com/Kindel Media)

Nyeri otot ternyata tidak selalu sama. Ada yang disebut nyeri akut, yaitu rasa terbakar di otot yang biasanya muncul setelah olahraga intens. Hal ini disebabkan oleh penumpukan zat sisa seperti asam laktat. Biasanya rasa ini cepat hilang dalam hitungan jam. Ada juga yang disebut DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness), yaitu nyeri otot yang muncul 12 jam setelah aktivitas, memuncak di hari kedua, dan bisa bertahan sampai tiga hari. DOMS terjadi karena adanya robekan kecil pada serat otot, dan justru robekan kecil inilah yang membuat ototmu berkembang lebih kuat.

Tapi menariknya, nyeri otot bukan tanda pasti kalau olahragamu berhasil. Kamu bisa tetap membangun kekuatan otot meski tidak selalu merasakan pegal. Jadi, jangan salah paham dan menganggap kalau tidak sakit berarti latihanmu gagal. Intinya, rasa sakit memang bagian dari proses, tapi bukan satu-satunya indikator keberhasilan.

2. Penyebab yang umum dan tak terduga

ilustrasi olahraga angkat beban (unssplash.com/John Arano)
ilustrasi olahraga angkat beban (unssplash.com/John Arano)

Kebanyakan nyeri otot muncul karena otot digunakan berlebihan, misalnya ketika olahraga terlalu keras, mengangkat beban berat, atau bahkan duduk terlalu lama dengan posisi tubuh yang salah. Otot yang bekerja terlalu keras akan mengalami ketegangan atau cedera ringan. Itulah sebabnya pemanasan dan pendinginan selalu ditekankan oleh para ahli.

Namun, penyebab nyeri otot tidak selalu sesederhana itu. Ada juga faktor lain yang bisa memicu, seperti infeksi virus (misalnya flu), kekurangan vitamin D, gangguan autoimun, bahkan efek samping dari obat-obatan tertentu seperti statin atau obat tekanan darah. Jadi, kalau kamu sering merasa otot sakit tanpa sebab yang jelas, mungkin ada faktor kesehatan lain yang sedang berperan. Mengetahui hal ini penting supaya kamu tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga memperhatikan kondisi tubuh secara keseluruhan.

3. Dampaknya pada tubuh dan aktivitas sehari-hari

ilustrasi nyeri (pexels.com/Kaboompics.com)
ilustrasi nyeri (pexels.com/Kaboompics.com)

Nyeri otot bisa memengaruhi banyak hal, mulai dari gerakan tubuh yang jadi terbatas, rasa lelah yang terus menempel, hingga gangguan pada aktivitas sehari-hari. Meskipun nyeri ringan setelah olahraga biasanya tidak berbahaya, nyeri yang berlangsung lama bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Beberapa kondisi seperti fibromyalgia, sindrom kelelahan kronis, atau kekurangan nutrisi tertentu juga bisa membuat otot terasa nyeri tanpa sebab yang jelas.

Jika nyeri otot berlangsung lama, apalagi disertai dengan gejala lain seperti demam, lemah, atau pembengkakan, itu tanda bahwa tubuhmu butuh perhatian lebih. Mendengarkan sinyal ini sangat penting. Jangan sampai kamu terus memaksa tubuh bekerja ketika sebenarnya sedang meminta istirahat atau bantuan medis. Dengan begitu, kamu bisa mencegah hal kecil berubah menjadi masalah besar.

4. Cara cerdas mengatasi nyeri otot

ilustrasi yoga (unsplash.com/kiki vega)
ilustrasi yoga (unsplash.com/kiki vega)

Nyeri otot ringan sebenarnya bisa diredakan dengan cara sederhana. Gerakan ringan seperti berjalan santai atau yoga dapat membantu memperlancar aliran darah dan mempercepat pemulihan otot. Selain itu, melakukan peregangan dinamis lebih efektif daripada peregangan statis, karena otot bergerak sekaligus membantu membuang sisa metabolisme.

Kompres panas atau dingin juga bisa membantu. Es bermanfaat untuk mengurangi peradangan, sedangkan panas membantu melancarkan aliran darah dan mempercepat perbaikan jaringan otot. Bahkan, mandi air hangat setelah olahraga bisa mempercepat pemulihan tubuh. Selain itu, pijat ringan atau menggunakan foam roller bisa membuat sirkulasi darah lebih lancar sehingga otot lebih cepat pulih. Jangan lupakan tidur yang cukup dan menjaga hidrasi, karena saat tidur tubuh memperbaiki jaringan otot dan saat cukup cairan, otot bekerja lebih baik. Semua ini sederhana, tapi sangat efektif jika dilakukan dengan rutin.

5. Kapan perlu perhatian lebih serius

ilustrasi konsultasi dokter (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi konsultasi dokter (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Nyeri otot biasanya akan hilang dalam 3–7 hari. Namun, kalau rasa sakit terasa sangat tajam, berlangsung lama, atau membuat aktivitas sehari-hari jadi terganggu, saatnya untuk berhati-hati. Cobalah hentikan latihan berat sementara waktu dan beralih ke aktivitas yang lebih ringan sampai kondisi membaik.

Kalau nyeri datang bersama gejala lain seperti demam, otot terasa sangat lemah, atau pembengkakan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Pada beberapa kondisi kronis, seperti fibromyalgia, pengobatan bisa mencakup terapi fisik, penyesuaian obat, hingga perubahan gaya hidup. Jadi, jangan hanya berharap nyeri akan hilang dengan sendirinya, karena bisa saja ada kondisi medis yang butuh perhatian khusus. Lebih baik memeriksa lebih awal daripada menunggu sampai masalah menjadi lebih sulit diatasi.

Nyeri otot adalah hal yang wajar, kadang tanda tubuh sedang berkembang, kadang juga peringatan untuk lebih hati-hati. Dengan memahami penyebabnya, dampaknya, serta cara terbaik untuk mengatasinya, kamu bisa lebih bijak menjaga tubuh. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, istirahatlah ketika perlu, minum cukup air, dan dengarkan apa yang tubuhmu coba sampaikan. Ingat, otot yang dirawat dengan baik akan kembali lebih kuat dan siap mendukung aktivitasmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us