Pertandingan Jakarta LavAni Livin’ Transmedia vs Jakarta Bhayangkara Presisi di Final Four Proliga 2026, di Gor Sritex Arena, Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, tetap mengapresiasi performa timnya meski kalah.
“Selamat untuk LavAni menjadi juara putaran pertama final four. Tapi kami hari ini bermain cukup bagus sebenarnya, hanya saja kurang beruntung,” kata Toiran.
Ia menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi.
“Ke depan kami akan terus evaluasi, mencoba berbagai komposisi agar lebih siap,” tambahnya.
Sementara itu, pemain Bhayangkara, Rendy Tamamilang, mengakui keunggulan lawan.
“Saya akui LavAni bermain lebih bagus,” ujarnya.
Dari kubu LavAni, asisten pelatih Erwin Rusni menyebut pertandingan berjalan sangat ketat.
“Pertandingan tadi fifty-fifty, bahkan di set pertama kami sempat kecolongan,” kata Erwin.
Ia juga menyoroti performa George Grozer.
“Grozer belum sepenuhnya adaptasi, mungkin baru sekitar 60 persen,” tambahnya.
Pemain LavAni, Dafa, turut mengapresiasi perjuangan tim.
“Perjuangan teman-teman luar biasa, tapi tetap akan ada evaluasi ke depannya,” ujarnya.