Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Jorok, Ini 3 Alasan Medis Pemain Bola Hobi Meludah di Lapangan
ilustrasi piala dunia (pexels.com/Siarhei Nester)
  • Aktivitas fisik ekstrem di lapangan memicu tubuh memproduksi protein MUC5B yang membuat air liur berubah menjadi sangat kental, lengket, dan mustahil untuk ditelan saat berlari.

  • Aksi memuntahkan minuman yang sering kita lihat adalah teknik Carb Rinsing untuk "menipu" otak agar kembali tajam tanpa membuat lambung terasa begah atau kembung.

  • Kebiasaan bernapas lewat mulut selama 90 menit menghasilkan lendir pelindung tebal yang bisa menyebabkan refleks mual hingga tersedak jika dipaksa turun ke kerongkongan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat asyik menonton siaran langsung sepak bola—apalagi pas kamera sedang menyorot wajah tampan pemain jagoanmu dalam tayangan slow-motion—tiba-tiba pfft, dia meludah begitu saja ke atas rumput. Hayo ngaku, siapa yang refleks langsung mengernyitkan dahi sambil bergumam: "Iih, jorok banget sih!".

Secara norma sosial di atas trotoar, meludah sembarangan memang kelakuan minus. Namun, di atas hamparan rumput hijau berukuran 100 meter, kebiasaan yang terlihat tidak sopan ini sebenarnya adalah respons fisiologis murni sekaligus strategi bertahan hidup para atlet.

Daripada kamu terus-terusan ilfeel dan menuduh mereka tidak punya tata krama, yuk bongkar tiga rahasia medis di balik "hobi meludah" para dewa lapangan hijau ini! Termasuk saat gelaran Piala Dunia 2026.

1. Biang Kerok Bernama Protein MUC5B

Cetak Brace Bersejarah, Cho Gue Sung Pecahkan Rekor Korea Selatan di Piala Dunia (fifa.com)

Ketika seorang pemain melakukan sprint berintensitas tinggi mengejar bola, sistem saraf simpatis di dalam tubuhnya langsung mengambil alih kendali. Sistem "mode tempur" ini secara otomatis akan memangkas habis produksi air liur encer yang biasa kita telan sehari-hari.

Sebagai gantinya, kelenjar di mulut justru membanjiri rongga dengan protein MUC5B. Protein inilah biang kerok yang mengubah tekstur liur menjadi sangat kental, pekat, dan lengket. Memaksakan menelan cairan pekat ini di tengah lari kencang sama sulitnya dengan mencoba menelan lem; sehingga memuntahkannya ke tanah adalah satu-satunya cara melegakan jalur pernapasan.

2. Trik Memanipulasi Otak via “Carb Rinsing”

Hasil dan Klasemen Piala Dunia 2026: Belanda Pesta Gol ke Gawang Swedia. cnn indonesia

Sering melihat pemain menenggak botol minum dari pinggir lapangan, mengocok cairannya di dalam rahang selama beberapa detik, lalu menyemburkannya kembali? Itu bukan adegan buang-buang minuman, melainkan teknik medis bernama Carb Rinsing (membilas karbohidrat).

Cairan yang mereka masukkan adalah larutan padat karbohidrat. Begitu menyentuh lidah, reseptor di rongga mulut langsung mengirim "sinyal palsu" ke otak yang berteriak: "Wah, ada bensin baru masuk, nih!". Otak yang tertipu otomatis akan meningkatkan level fokus dan mengusir rasa lelah di otot.

Mengapa tidak ditelan saja? Jika cairan pekat gula itu masuk ke lambung saat perut sedang terguncang hebat di tengah pertandingan, sang pemain justru akan berisiko mengalami kembung, kram perut, atau begah.

3. Menyelamatkan Diri dari Ancaman Tersedak

Cristiano Ronaldo berebut bola saat membela Portugal menghadapi Uzbekistan pada laga Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Houston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026. (Foto: RONALDO SCHEMIDT/AFP)

Selama 90 menit beradu fisik, lubang hidung manusia tidak punya kapasitas yang cukup untuk menyuplai volume oksigen yang masif. Alhasil, para pemain terpaksa membuka rahang dan bernapas lewat raungan mulut (mouth breathing).

Aliran udara panas yang keluar-masuk secara konstan ini akan mengeringkan dinding mulut secara ekstrem. Demi mencegah iritasi, tubuh secara cerdas memproduksi lendir pelindung yang sangat tebal.

Bayangkan jika lendir kental tersebut turun ke tenggorokan saat detak jantung sedang menyentuh angka 170 bpm. Sang atlet bisa langsung terkena gag reflex (refleks mual mendadak) bahkan tersedak di tengah lapangan. Meludah, pada titik ini, adalah mekanisme pengaman otomatis agar kerongkongan tetap steril.

Nah, sekarang terbukti kan? Di balik pemandangan yang bikin mata risih itu, meludah di atas lapangan sepak bola adalah bentuk kompromi biologis agar seorang atlet tidak pingsan atau kram perut saat membela negaranya.

Setelah tahu fakta medisnya, kira-kira kamu bakal tetap ilfeel atau malah makin takjub nih pas lihat pemain favoritmu "nyembur" di depan kamera? Coba tuliskan nama pemain yang menurutmu paling sering ketangkap basah lagi meludah di kolom komentar!

Editorial Team

Related Article