Semarang, IDN Times – Sebuah cerita lama kembali berlanjut di Stadion Jatidiri. Setelah 12 tahun berpisah, Ahmad Nufiandani akhirnya kembali mengenakan jersey PSIS Semarang.
Cerita Ahmad Nufiandani, Pulang ke PSIS Semarang Usai 12 Tahun Pisah

1. Dani bawa misi besar bantu Mahesa Jenar
Bukan sekadar reuni, kepulangan pemain yang akrab disapa Dani itu membawa misi besar, yakni membantu Mahesa Jenar kembali ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia. Manajemen PSIS resmi mendatangkan Dani untuk memperkuat skuad menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Pemain berusia 31 tahun tersebut kembali ke Kota Semarang dengan pengalaman panjang setelah lebih dari satu dekade menjalani perjalanan bersama sejumlah klub di Indonesia. Sepanjang kariernya, Dani telah mencicipi persaingan di berbagai klub nasional, di antaranya Persik Kediri, Persikabo 1973, Persebaya Surabaya, Dewa United, hingga Madura United.
Pengalaman tersebut membuatnya datang bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga figur senior yang diharapkan mampu memberi pengaruh di dalam maupun luar lapangan.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Moch. Reza Handhika, menyebut pengalaman dan karakter bermain Dani menjadi pertimbangan utama manajemen untuk membawanya kembali ke Semarang.
2. Mampu bermain di beberapa posisi
Dani yang berposisi sebagai winger kanan, juga mampu beroperasi di sisi kiri lini serang. Kemampuan bermain di beberapa posisi itu menjadi salah satu alasan PSIS kembali mempercayakan sektor ofensif kepada pemain yang pernah menjadi bagian dari Mahesa Jenar pada musim 2014 itu.
“Selamat datang kembali kepada Ahmad Nufiandani di PSIS Semarang. Dani merupakan pemain yang sudah memiliki pengalaman panjang di kompetisi sepak bola Indonesia. Selain kualitas individu yang dimilikinya, ia juga memiliki karakter pekerja keras dan pemahaman yang baik dalam bermain di beberapa posisi di lini depan,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Reza, kehadiran Dani diharapkan tidak hanya memperkuat permainan PSIS, tetapi juga menghadirkan energi positif di ruang ganti.
“Kami berharap kembalinya Dani dapat memberikan dampak positif bagi tim, baik dari sisi permainan maupun pengalaman di ruang ganti. Semoga ia dapat membantu PSIS mencapai target utama yaitu promosi ke Super League musim depan,” katanya.
3. PSIS adalah rumah bagi Dani
Sementara itu, Dani menyebut kepulangannya ke PSIS memiliki makna tersendiri. Baginya, Mahesa Jenar bukan sekadar klub, melainkan rumah yang memberinya kesempatan untuk kembali berjuang.
“PSIS adalah rumah. Setelah lama saya berkelana akhirnya mendapat kesempatan untuk kembali memberikan yang terbaik di sini. Pastinya dengan target promosi saya akan bekerja keras,” ungkapnya.
Ia juga menitipkan pesan kepada dua kelompok suporter PSIS, Panser Biru dan Snex, untuk terus memberikan dukungan dalam perjalanan panjang musim depan.
“Untuk para suporter Panser Biru dan Snex, tetap dukung PSIS karena jalan ke depan pasti tidak mudah. Tapi percayalah pada proses karena kita adalah satu,” pungkas Dani.