Purbalingga, IDN Times - Persibangga Purbalingga kembali gagal meraih poin pada laga kedua Grup B fase 8 besar putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2026. Tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman ini mengalami kekalahan dari PSN Ngada di Stadion Sriwedari, Surakarta, Kamis (2/7/2026) siang. Persibangga takluk dengan skor 1-2.
Kalah Beruntun, Asa Promosi Persibangga Purbalingga Menipis

- Persibangga Purbalingga kembali menelan kekalahan 1-2 dari PSN Ngada pada laga kedua Grup B fase 8 besar Liga 4 Piala Presiden 2026 di Stadion Sriwedari, Surakarta.
- Laskar Jenderal Soedirman sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Usama Ahmad menit ke-86, namun gagal menyamakan skor hingga peluit akhir berbunyi.
- Dua kekalahan beruntun membuat Persibangga terpuruk di dasar klasemen Grup B tanpa poin, sehingga peluang promosi mereka ke kasta lebih tinggi semakin menipis.
Persibangga mengalami kesulitan dalam laga kontra PSN Ngada. Laskar Jenderal Soedirman dihukum lewat ketertinggalan dua gol lebih dulu. Sedangkan, Persibangga hanya membalas lewat gol tunggal Usama Ahmad menjelang pertandingan berakhir.
1. Persibangga alami kesulitan sejak awal laga
Persibangga Purbalingga melakoni laga dengan tidak mudah menghadapi PSN Ngada. Skuad Laskar Jenderal Soedirman bahkan dipaksa bermain bertahan sepanjang 20 menit pertama. Ini karena PSN Ngada langsung tampil agresif demi memecah kebuntuan.
Sayangnya, upaya tim asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu benar-benar terjadi. PSN Ngada menghukum Persibangga lewat gol sundulan US Bhara pada menit ke-21. Gol tercipta seusai pemain bernomor punggung 17 itu memanfaatkan umpan dari tendangan pojok.
Persibangga mulai tampil lebih berani setelah kebobolan. Laskar Jenderal Soedirman menebar ancaman pertama melalui peluang emas Fata Alfiansyah pada menit ke-26. Pemain bernomor punggung 19 itu nyaris mencetak gol melalui tendangan separuh akrobatik. Namun, eksekusi bolanya melebar tipis dari gawang PSN Ngada.
Persibangga menciptakan peluang kedua melalui determinasi Fata Alfiansyah lagi pada menit ke-34. Sang pemain hampir menjebol gawang PSN Ngada lewat pergerakan individu dari sisi kiri lapangan. Hanya saja, upaya Fata belum membuahkan hasil karena sepakan bolanya mampu ditepis kiper lawan. Persibangga tertinggal 0-1 hingga paruh pertama usai.
2. Persibangga sempat memperkecil kedudukan
Persibangga Purbalingga melakukan pergantian pemain pada babak kedua. Keputusan ini berdampak cukup signifikan karena Laskar Jenderal Soedirman mulai lepas dari tekanan serta tampil lebih atraktif di lapangan. Persibangga mampu menginvasi lini pertahanan PSN Ngada lewat beberapa peluang.
Persibangga sempat menciptakan peluang emas lewat sepakan Usama Ahmad pada menit ke-62. Selang beberapa menit kemudian, sepakan Fahrul Erik membentur mistar gawang PSN Ngada. Erlangga Adhyaksa pun menebar ancaman lewat tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-75.
Namun, alih-alih mencetak gol penyama kedudukan, Persibangga justru ditimpa petaka saat memasuki menit ke-77. Gawang Laskar Jenderal Soedirman kecolongan kedua kali melalui gol Lazarus Sinim. Penyerang PSN Ngada itu mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan skema serangan balik.
Persibangga merespons dengan meningkatkan intensitas serangan lagi. Upaya ini sebenarnya membuahkan hasil. Laskar Jenderal Soedirman sempat memperkecil kedudukan lewat gol Usama Ahmad pada menit ke-86. Namun, gol itu gagal menyelamatkan Persibangga dari kekalahan 1-2 melawan PSN Ngada hingga peluit akhir berbunyi.
3. Persibangga dihukum dengan dua kekalahan beruntun
Hasil tersebut menjadi tamparan keras bagi Persibangga Purbalingga. Sebab, tim Laskar Jenderal Soedirman mesti mengalami kekalahan dalam dua pertandingan beruntun di Grup B babak 8 besar Liga 4 Piala Presiden 2026. Ini membuat peluang Persibangga untuk naik kasta musim depan semakin tipis.
Di sisi lain, kekalahan dari PSN Ngada membuat Persibangga untuk sementara berstatus juru kunci di klasemen Grup B babak 8 besar Liga 4 Piala Presiden. Tim Laskar Jenderal Soedirman belum sekali pun mengoleksi poin dari dua pertandingan. Ini menjadi pekerjaan rumah mereka guna memaksimalkan laga terakhir melawan Unaaha FC pada 5 Juli 2026 mendatang. Kemenangan menjadi harga mati bagi Persibangga.


.jpg)














