Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Evaluasi Fabio Lefundes Usai Java United Kalah Lawan Persita Tangerang  0-1
Java United FC melawan Persita Tangerang dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Minggu (13/9/2026). (dok. JUFC)
  • Java United kalah 2-3 dari Persita setelah sempat unggul 2-1 lewat dua gol David Da Silva; Persita membalikkan keadaan dengan dua gol dalam 10 menit terakhir.
  • Fabio Lefundes mengevaluasi kegagalan mengantisipasi bola mati dan garis pertahanan yang terlalu turun pada babak kedua, sehingga Persita mendapat ruang serta mencetak dua gol.
  • Kei Hirose mengalami masalah hamstring yang memengaruhi keseimbangan lini tengah. Java United masih tanpa kemenangan, berada di posisi ke-17, dan akan menghadapi Persija Jakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Java United kalah 2-3 dari Persita Tangerang, padahal sempat unggul 2-1. David Da Silva membuat dua gol untuk Java United. Lalu Persita membuat dua gol di akhir pertandingan dari bola mati. Pelatih Fabio Lefundes bilang tim harus lebih kuat bertahan. Kei Hirose juga cedera. Sekarang Java United ada di urutan 17 dan akan melawan Persija Jakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kendal, IDN Times - Java United FC gagal membawa pulang poin dari markas Persita Tangerang setelah keunggulan 2-1 berbalik menjadi kekalahan 2-3 dalam pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Minggu (13/9/2026).

1. Kegagalan mengantisipasi bola mati

Java United FC melawan Persita Tangerang dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Minggu (13/9/2026). (dok. JUFC)

Java United sebenarnya berada di atas angin setelah David Da Silva mencetak dua gol pada menit ke-30 melalui penalti dan menit ke-37. Persita sebelumnya membuka keunggulan lewat Alexander Ramalingom pada menit ke-15.

Namun, kemenangan yang sudah berada di depan mata buyar pada 10 menit terakhir pertandingan. Persita mencetak dua gol melalui Rayco Rodriguez menit ke-79 dan Andrejic Aleksa pada menit ke-90.

Menanggapi hasil tersebut, Pelatih Java United FC, Fabio Lefundes menilai, salah satu persoalan utama timnya adalah kegagalan mengantisipasi bola mati.

“Di babak pertama, kami bermain baik dan berhasil mencetak dua gol. Namun, di babak kedua garis pertahanan kami terlalu turun sehingga banyak memberikan ruang untuk Persita,” ungkapnya, Senin (14/9/2026).

Laskar Kepodang Emas gagal mempertahankan keunggulan setelah Persita memanfaatkan situasi bola mati untuk mencetak dua gol pada babak kedua.

2. Posisi garis pertahanan berubah di babak kedua

Java United FC melawan Persita Tangerang dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Minggu (13/9/2026). (dok. JUFC)

Lefundes mengatakan, persoalan tersebut menjadi bagian yang akan dievaluasi tim. Ia meminta para pemain lebih kuat dalam duel ketika menghadapi situasi bola mati.

“Kami kebobolan dua kali lewat bola mati. Tentu ada evaluasi yang dilakukan terkait hal ini. Pemain harus lebih kuat dalam melakukan duel. Selain itu, ada beberapa evaluasi lain agar ke depan bisa lebih baik,” ujarnya.

Selanjutnya, pelatih asal Brasil tersebut juga mengakui Java United memiliki penampilan yang lebih baik pada babak pertama. Namun, perubahan posisi garis pertahanan pada babak kedua memberikan Persita ruang lebih besar untuk mengembangkan permainan.

3. Kehilangan gelandang Kei Hirose

Java United FC melawan Persita Tangerang dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Minggu (13/9/2026). (dok. JUFC)

Selain persoalan pertahanan, Java United juga kehilangan gelandang Jepang, Kei Hirose, yang mengalami masalah hamstring. Kei ditarik keluar dan digantikan Jonata Machado pada babak pertama. Menurut Lefundes, absennya Kei cukup memengaruhi keseimbangan permainan di lini tengah.

“Kei merupakan salah satu pilar penting di lini tengah. Saat ini, kami masih memantau perkembangan kondisinya dan semoga tidak parah sehingga tetap bisa bermain pada laga selanjutnya,” kata Lefundes.

Kekalahan dari Persita membuat Java United belum mampu meraih kemenangan pada dua pertandingan awal kompetisi. Meski demikian, Lefundes meminta tim tidak terburu-buru dalam menyikapi hasil tersebut. Menurutnya, kompetisi baru berjalan dan Java United masih memiliki perjalanan panjang untuk berkembang.

“Kompetisi baru dimulai dan perjalanan tim masih panjang. Perlu kesabaran dalam sebuah proses untuk mencapai apa yang kita inginkan,” ujarnya.

4. Perbaiki efektivitas pemain

Java United FC melawan Persita Tangerang dalam laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Minggu (13/9/2026). (dok. JUFC)

Pada laga tersebut, Java United melepaskan 11 tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Persita mencatatkan 14 percobaan dan enam tendangan on target.

Perwakilan pemain Java United, Kaio Nunes, mengatakan skuadnya tidak ingin terlalu lama larut dalam kekalahan. Ia menilai pertandingan melawan Persita menjadi pelajaran bagi tim untuk memperbaiki efektivitas permainan sekaligus bersiap menghadapi laga berikutnya.

“Dalam pertandingan sepak bola, tim yang berhasil memaksimalkan peluang dengan baik, dialah yang memenangkan pertandingan. Sekarang, fokus kami adalah mengembalikan kondisi dan bersiap melawan Persija Jakarta untuk meraih hasil yang lebih baik,” katanya.

Kekalahan tersebut membuat Java United tetap berada di posisi ke-17 klasemen sementara dengan koleksi minus satu poin. Sementara itu, Persita naik ke posisi kelima dengan torehan empat poin.

Selanjutnya, Java United akan menghadapi Persija Jakarta pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu (19/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Curated For You

Editorial Team

Related Article