Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Barang Wajib Biar Nggak Hipotermia saat Backpackeran ke Dieng

5 Barang Wajib Biar Nggak Hipotermia saat Backpackeran ke Dieng
Potret Candi Arjuna di kawasan wisata Dieng, Jawa Tengah (IDN Times/Fatma Roisatin)
Intinya Sih
  • Suhu di Dataran Tinggi Dieng sangat ekstrem karena bisa drop hingga di bawah 10°C, bahkan mencapai 0°C saat musim kemarau di bulan Juli sampai Agustus.

  • Gaya liburan hemat ala backpacker bukan alasan untuk abai dengan keselamatan; kamu wajib melindungi suhu inti tubuh agar terhindar dari risiko hipotermia.

  • Mempersiapkan 5 starter pack penghangat tubuh dan menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau adalah kunci liburan aman dan nyaman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah nggak sih ngebayangin lagi asyik-asyiknya menikmati pemandangan kabut yang estetis, tapi badan malah menggigil hebat sampai mati rasa? Keresahan ini sering banget dialami sama para pelancong yang nekat datang ke gunung tanpa persiapan matang. Banyak dari kita yang tergiur dengan pesona magis Dataran Tinggi Dieng, tapi meremehkan dinginnya cuaca setempat demi kepraktisan isi tas.

Padahal, suhu di Dieng itu nggak main-main! Udara di sana bisa drop drastis hingga di bawah 10°C pada malam dan pagi hari. Bahkan, suhunya bisa menyentuh 0°C alias membeku saat memasuki musim kemarau antara bulan Juli hingga Agustus. Biar liburan hematmu nggak berujung petaka, yuk simak 5 barang wajib yang harus masuk ke dalam tas kamu berikut ini!

1. Jaket Windbreaker dengan Lapisan Thermal atau Down

ilustrasi pria dengan jaket windbreaker
ilustrasi pria dengan jaket windbreaker (unsplash.com/Leo_Visions)

Jangan sekali-kali nekat pergi ke Dieng cuma modal jaket jeans kasual atau cardigan rajut yang tipis. Pakaian biasa seperti itu dijamin sama sekali nggak akan mampu menahan hantaman angin kencang Dieng yang terkenal bisa menembus pori-pori pakaian.

Sebagai gantinya, kamu wajib membawa jaket windbreaker yang berspesifikasi khusus. Pilih jaket yang memiliki lapisan luar tahan angin (windproof) dan lapisan dalam berbahan bulu angsa (down) atau fleece tebal. Kombinasi ini sangat ampuh untuk mengunci panas alami tubuh kamu di tengah cuaca ekstrem.

2. Pakaian Lapisan Dasar (Thermal Base Layer / Long John)

Ilustrasi wanita berpetualang sendiri.
Ilustrasi wanita berpetualang (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Rahasia utama para petualang tangguh dalam mencegah hipotermia adalah dengan menjaga suhu inti tubuh (core body temperature). Di sinilah peran penting dari pakaian lapisan dasar atau yang populer disebut long john.

Gunakan setelan long john yang ketat dan pas di badan sebelum kamu mengenakan baju utama dan jaket. Pakaian khusus ini berfungsi maksimal untuk menahan panas tubuh agar tidak terbuang keluar saat kamu sedang asyik berjalan kaki mengeksplorasi alam terbuka.

3. Kupluk (Beanie Hat) Berbahan Wol

ilustrasi seorang wanita mengenakan syal dan kupluk (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi seorang wanita mengenakan syal dan kupluk (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tahu nggak sih kalau sekitar 10% hingga 30% panas tubuh manusia itu bisa hilang begitu saja melalui area kepala? Makanya, membiarkan kepala telanjang tanpa pelindung di tengah udara dingin Dieng adalah kesalahan besar yang sering dilakukan pemula.

Bawalah penutup kepala atau kupluk berbahan wol yang bisa ditarik ke bawah hingga menutupi daun telinga. Langkah simpel ini sangat krusial untuk mencegah pembuluh darah di kepala menyempit akibat dingin, yang biasanya menjadi pemicu utama pusing hebat hingga penurunan kesadaran.

4. Kaos Kaki Tebal dan Sarung Tangan Fleece

ilustrasi kaos kaki
ilustrasi kaos kaki (pexels.com/yi ding)

Bagian ujung tubuh seperti jari tangan dan kaki adalah area yang paling sensitif sekaligus paling cepat mati rasa jika terpapar udara dingin secara terus-menerus. Jika sudah membeku, pergerakan kamu pasti akan terhambat.

Untuk mengantisipasinya, bawa minimal 2 pasang kaos kaki tebal—satu pasang khusus untuk tidur atau selama perjalanan di bus, dan sepasang lagi untuk dipakai jalan-jalan. Jangan lupa lengkapi juga dengan sarung tangan berbahan fleece atau rajut tebal agar jemari tanganmu tetap bisa bergerak aktif dan bebas kaku.

5. Termos Kecil (Stainless Steel) untuk Air Panas

ilustrasi termos
ilustrasi termos (pexels.com/Elina Volkova)

Senjata pamungkas yang sering dilupakan oleh para backpacker adalah termos kecil berbahan stainless steel. Mengonsumsi minuman hangat dari dalam tubuh secara instan merupakan salah satu metode tercepat untuk menaikkan kembali suhu tubuh yang mulai drop.

Sebelum kamu mulai berjalan kaki mengeksplorasi Candi Arjuna atau Kawah Sikidang, mintalah air panas atau teh manis hangat dari warung lokal untuk mengisi termosmu. Ini akan menjadi pertolongan pertama yang sangat efektif dan menyelamatkan saat tubuh kamu mulai memberikan sinyal menggigil.

Tips Cerdas Masuk Kabin

Ilustrasi daypack
Ilustrasi daypack (unsplash.com/Tom Wheatley)

Karena kamu pergi menggunakan bus umum tanpa kendaraan pribadi, pastikan semua barang hangat di atas dipakai langsung atau ditaruh di dalam tas kecil (daypack) yang kamu bawa ke kabin bus. Jangan menyimpannya di bagasi bawah bus agar bisa langsung kamu gunakan begitu turun di Wonosobo atau Dieng yang berudara dingin.

Nah, fisik dan barang bawaan sudah siap, sekarang tinggal eksekusi petualangannya! Apakah kamu sudah menentukan bulan keberangkatanmu ke Dieng nanti? Tulis di kolom komentar ya, biar kita bisa tahu apakah kunjunganmu bakal bertepatan dengan munculnya fenomena embun es (bun upas) yang suhunya jauh lebih ekstrem!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest Travel Jawa Tengah

See More