Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buka Puasa dan Menikmati Kopi Kolaborasi di Jantung Purwokerto
Suasana hangat malam Ramadan di Cold ‘N Brew PCC, Purwokerto, ngabuburit produktif dan berbuka nyaman, Jumat (27/2/2026).(IDN Times/Foto:@tafaniyyy)
  • KAI Properti menghidupkan kawasan Purwokerto City Center sebagai ruang produktif baru dengan menghadirkan Cold ‘N Brew PCC, coffee shop 24 jam berkonsep semi co-working space dan house of ideas.
  • Cold ‘N Brew menjadi tempat favorit buka puasa dan berkumpulnya komunitas kreatif, menawarkan menu variatif dari kopi hingga hidangan utama dengan suasana modern yang mendukung kolaborasi.
  • Inisiatif ini menegaskan strategi KAI Properti mengubah aset perkeretaapian menjadi ekosistem ekonomi kreatif, menjadikan Purwokerto dikenal sebagai kota kolaborasi yang hidup sepanjang waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Purwokerto, IDN Times - Menjelang magrib, kawasan sekitar Stasiun Purwokerto tak hanya dipadati penumpang yang bergegas pulang. Di sisi lain rel waktu yang terus bergerak, suasana berbeda hadir di Purwokerto City Center (PCC). Disinilah konsep buka puasa dan menikmati kopi “di atas kereta api” menemukan maknanya bukan secara harfiah berada di gerbong, melainkan dalam ekosistem properti milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang kini menjelma ruang hidup baru bagi anak muda dan komunitas kreatif.

Melalui anak usahanya, KAI Properti, kawasan ini diaktivasi tak hanya sebagai pusat komersial, tetapi sebagai ruang produktif yang menyatu dengan denyut mobilitas kota. Salah satu magnet terbarunya adalah Cold ‘N Brew PCC, coffee shop beroperasi 24 jam dengan konsep house of ideas dan semi co-working space.

1. Jadi simpul pertemuan sejak dibuka 27 September 2026

Area Indoor non Smoking, smoking room ber AC, hingga area outdoor memberi pilihan suasana baik untuk berbuka santai, diskusi komunitas, hingga rapat kecil selepas tarawih, Jumat (27/2/2026).(IDN Times/Foto:@tafaniyyy)

Ramadan menghadirkan ritme berbeda di jantung kota Purwokerto, siang hari diisi aktivitas, sore menjelang berbuka menjadi momen refleksi dan pertemuan. Cold ‘N Brew PCC menjawab kebutuhan itu dengan desain industrial modern yang hangat namun fungsional. Area Indoor non Smoking, smoking room ber AC, hingga area outdoor memberi pilihan suasana baik untuk berbuka santai, diskusi komunitas, hingga rapat kecil selepas tarawih.

Tak hanya tempat duduk, ruang ini dirancang sebagai ruang gagasan. Koneksi internet berbasis Starlink menjadi salah satu pembeda, memperkuat identitasnya sebagai ruang kerja alternatif yang adaptif terhadap pola kerja generasi muda yang fleksibel dan kolaboratif.

Sejak Grand Opening pada 27 September 2025, tempat ini cepat menjadi simpul pertemuan mahasiswa, profesional, hingga komunitas kreatif di Purwokerto, pada bulan puasa, dinamika itu semakin terasa dari mereka yang menunggu azan magrib sambil menyelesaikan pekerjaan berbasis online.

2. Menu berbuka, dari Kopi hingga main course

Salah menu di cold n brew milik KAI Daop 5 Purwokerto yang menjadi favorit pencinta kuliner eksekutif muda Purwokerto, Jumat (27/2/2026).(IDN Times/Tangkapan layar)

Sebagai tempat berbuka, Cold ‘N Brew tak hanya mengandalkan suasana. Ragam menu disiapkan mulai dari Coffee, Milk Based, Tea Series, Lite Bites, Main Course, hingga Pastry and Cake. Beberapa menu andalan seperti Dilema Iced (kopi susu gula aren), SELENA (butterscotch coffee), Cold Brew Series, dan Chocolate Iced menjadi favorit pelanggan.

Pilihan ini memberi fleksibilitas pengunjung bisa memulai dengan takjil ringan, melanjutkan hidangan utama, lalu menutup malam dengan secangkir kopi premium blend atau Arabica. Harga yang terjangkau membuatnya inklusif bagi berbagai kalangan, terutama mahasiswa yang menjadi segmen dominan kawasan ini.

Di tengah tradisi buka puasa bersama yang identik dengan kebersamaan, Cold ‘N Brew menghadirkan format baru berbuka yang produktif. Di meja meja panjang semi co-working, percakapan tak hanya soal menu, tetapi juga ide, proyek, hingga rencana kolaborasi.

3. Cold N Brew menjadi simbol mobilitas ide

Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja sebut hadirnya cold n brew menambah aktivitas ekonomi di Purwokerto, Jumat (27/2/2026).(IDN Times/Foto:@kaiproperti)

Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja, kepada IDN Times menegaskan bahwa kehadiran Cold ‘N Brew PCC tidak hanya membuka tenant baru, namun hadirkan aktivitas ekonomi di Purwokerto.

"Kami tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga memastikan setiap aset yang dikelola mampu menghadirkan aktivitas ekonomi dan ruang produktif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,"ujar Ramdhani.

Menurutnya, konsep coffee shop dengan semi co-working space 24 jam merupakan bentuk adaptasi terhadap perubahan pola kerja generasi muda yang semakin dinamis.

"Aktivasi tenant seperti ini menjadi strategi untuk menciptakan kawasan yang hidup sepanjang waktu tidak hanya ramai pada jam kerja atau akhir pekan,"terangnya.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bagaimana aset perkeretaapian dapat dikembangkan menjadi pusat ekosistem ekonomi kreatif. Di satu sisi, rel tetap menjadi simbol mobilitas fisik. Disisi lain, ruang ruang seperti Cold ‘N Brew menjadi simbol mobilitas ide.

4. Purwokerto dapat julukan baru sebagai kota kolaborasi

Kota Purwokerto yang dikenal sebagai kota pelajara dan transit, kini dengan hadirnya cold n brew menambah julukan sebagai kota kolaborasi, Jumat (27/2/2016).(IDN Times/Foto: As'ad)

Purwokerto selama ini dikenal sebagai kota transit dan kota pendidikan. Dengan pengembangan PCC, citra itu diperluas menjadi kota kolaborasi. Keberadaan coffee shop 24 jam di kawasan properti perkeretaapian menghadirkan alternatif tempat buka puasa yang tidak konvensional bernuansa urban, terkoneksi teknologi, dan terbuka bagi siapa saja.

Diantara suara kereta yang datang dan pergi, ada ritme lain yang tumbuh ritme diskusi, kerja kreatif, dan pertemuan lintas komunitas. Buka puasa pun bisa menjadi pintu masuk lahirnya ide ide baru.

"Melalui Cold ‘N Brew PCC, KAI Properti menegaskan komitmennya membangun ekosistem kawasan yang hidup, kolaboratif, dan memberi nilai tambah jangka panjang bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar,"pungkas Ramdhani.

Editorial Team