Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jangan Asal Taruh! Ini Cara Simpan Cabai di Kulkas Biar Gak Busuk
Cabai (pexels.com/ Puttt .)
  • Artikel menjelaskan cara menyimpan cabai agar tahan lama di kulkas, karena cabai mudah busuk jika disimpan sembarangan.
  • Ditekankan pentingnya tidak mencuci cabai sebelum disimpan, memetik tangkainya, serta menggunakan wadah kedap udara berlapis tisu untuk menjaga kelembapan.
  • Disarankan menambahkan bawang putih kupas sebagai antibakteri alami dan memakai metode pembekuan di freezer untuk stok cabai yang ingin disimpan hingga dua bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Bagi pencinta masakan pedas, menyetok cabai dalam jumlah banyak di rumah adalah sebuah kewajiban. Namun, masalah utama dari bumbu dapur satu ini adalah sifatnya yang sangat sensitif dan mudah membusuk. Alih-alih awet, menyimpannya secara asal-asalan di dalam kulkas justru akan membuatnya layu, berlendir, dan berjamur.

Biar stok cabai di rumah bisa bertahan segar hingga satu bulan penuh, yuk ikuti langkah-langkah menyimpan cabai yang benar berikut ini!

1. Jangan dicuci jika ingin disimpan di chiller

ilustrasi cabai segar (unsplash.com/Alexander Schimmeck)

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan adalah mencuci cabai sesaat sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Sisa air cucian yang mengendap di pori-pori kulit cabai akan menciptakan kelembapan tinggi yang memicu pertumbuhan bakteri pembusuk.

Solusi: Cukup lap cabai menggunakan tisu dapur kering untuk membersihkan kotoran atau sisa tanah yang menempel sebelum masuk ke proses penyimpanan.

2. Wajib petik tangkai cabai

Aktivitas petani cabai rawit di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Madiun. IDN Times/Riyanto.

Tangkai cabai adalah bagian pertama yang biasanya membusuk dan menularkan bakteri ke bagian daging cabai. Oleh karena itu, luangkan waktu sejenak untuk memetik seluruh tangkai cabai sebelum disimpan. Pastikan kamu memetiknya dengan hati-hati agar bagian ujung cabai tidak robek atau terluka.

3. Gunakan teknik wadah kedap udara dan tisu dapur

ilustrasi tisu dapur (pixabay.com/MabelAmber)

Untuk penyimpanan di kulkas bagian bawah (chiller), kelembapan harus dikontrol dengan ketat. Ikuti trik ini:

Siapkan wadah plastik yang memiliki tutup kedap udara.

Alasi seluruh bagian dasar dan dinding dalam wadah menggunakan beberapa lembar tisu dapur kering.

Tata cabai yang sudah dipetik tangkainya ke dalam wadah (jangan terlalu penuh agar cabai tidak saling tertekan).

Tutup bagian atas cabai dengan selembar tisu kering lagi sebelum wadah ditutup rapat-rapat. Tisu ini berfungsi untuk menyerap uap air yang dihasilkan kulkas.

4. Selipkan satu siung bawang putih kupas

ilustrasi bawang putih (unsplash.com/ji jiali)

Ini adalah rahasia dapur legendaris yang terbukti ampuh. Selipkan satu siung bawang putih yang sudah dikupas di bagian tengah-tengah tumpukan cabai. Bawang putih memiliki sifat antibakteri alami (antifungal) yang dapat mencegah timbulnya jamur dan bakteri pembusuk di dalam wadah, sehingga cabai tetap segar jauh lebih lama.

5. Metode pembekuan (Freezer) untuk stok berbulan-bulan

Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

Jika kamu membeli cabai dalam jumlah yang sangat banyak dan tidak akan habis dalam waktu 3 minggu, gunakan metode freezer. Untuk metode ini, kamu wajib mencuci bersih cabai dan meniriskannya sampai benar-benar kering.

Setelah kering, potong-potong cabai atau biarkan utuh tanpa tangkai, masukkan ke dalam kantong ziplock, lalu bekukan. Cabai beku ini bisa bertahan hingga 2 bulan dan sangat cocok untuk campuran masakan berkuah atau sambal.

Dengan menerapkan trik di atas, kamu tidak perlu lagi khawatir membuang-buang cabai karena busuk saat harga pasar sedang melonjak. Selamat mencoba cara ini di dapur rumahmu, ya!

Editorial Team