Comscore Tracker

Kenapa Udara Malam di Semarang Sangat Gerah? BMKG: Radiasi Matahari

Terasa panas hingga dini hari

Semarang, IDN Times - Udara di malam hari yang amat gerah belakangan ini cukup dikeluhkan oleh sejumlah warga Kota Semarang. Bahkan, tak jarang ada warga yang harus merubah perilakunya agar nyaman saat beraktivitas di dalam rumah saat malam tiba. 

1. Udara sangat gerah saat pukul 19.00 keatas

Kenapa Udara Malam di Semarang Sangat Gerah? BMKG: Radiasi Mataharipemandangan-malam-penuh-bintang

Salah satunya dilakukan oleh Riska Farasonalia. Riska, yang selama ini ngekos di kawasan Jalan Majapahit, Semarang Timur mengaku udara yang sangat gerah sedikit mengganggu kegiatannya.

Di dalam rumah kosnya, udara bertambah gerah saat jarum jam menunjukan pukul 19.00 WIB malam hingga dini hari. "Emang akhir-akhir ini panas banget, Mas. Apalagi kalau pas malam, begitu jam tujuh ke atas gerah banget di kos-kosan," kata lajang 29 tahun ini saat berbincang dengan IDN Times, Rabu (9/10).

Baca Juga: Malam Hari Terasa Gerah, Ternyata Ini Penyebabnya

2. Pilih perbanyak mandi malam agar selalu segar

Kenapa Udara Malam di Semarang Sangat Gerah? BMKG: Radiasi MatahariPixabay.com

Agar aktivitasnya tetap nyaman di kos-kosan, Riska sebisa mungkin merubah pola hidupnya. Caranya, katanya, ia belakangan ini memilih mandi saat malam hari.

"Rutinitas mandinya malah nambah. Ya, biar gak gerah aja. Sekarang malam pun habis kerja, saya pasti mandi lagi. Kalau masih gerah, mau gak mau ya mandi lagi," akunya.

Meski kadang boros air, Riska bilang dirinya tak punya pilihan lain. Saluran air PDAM yang sering mampet tidak ia gubris lagi. "Jadi boros air. Kalau pas air pamnya lancar, saya langsung mandi lagi," ujarnya.

3. Ada warga yang merasa kepanasan sepanjang hari

Kenapa Udara Malam di Semarang Sangat Gerah? BMKG: Radiasi Matahariinstagram.com/chalistaputriii

Hal senada diungkapkan Anin. Rumahnya yang berada di dataran tinggi di daerah Jangli bukan jaminan untuk mendapatkan suasana yang nyaman di malam hari.

Anin bilang sepanjang hari, ia justru merasa kepanasan. "Gak siang gak malam, tetap aja panas," ungkapnya. 

Baca Juga: Surabaya Panas "Kentang-kentang", Rupanya Akibat Ini

4. Warga: Saya bela-belain beli kipas angin biar di rumah gak sumuk

Kenapa Udara Malam di Semarang Sangat Gerah? BMKG: Radiasi MatahariTechnical

Junaedi, warga Jalan Layur, Semarang Utara juga merasakan hal yang sama. Malahan ia sengaja memasang dua kipas angin agar ruangan rumahnya terasa segar. 

"Saya bela-belain beli kipas angin. Soalnya anak-anak rewel kalau malam sumuk banget," kata Junaedi.

5. Udara yang gerah karena Jateng paling banyak menerima radiasi sinar matahari

Kenapa Udara Malam di Semarang Sangat Gerah? BMKG: Radiasi Matahariexpress.co.uk

Sedangkan, Yoga Sambodo, Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani, mengatakan, hawa panas yang dirasakan banyak orang karena di bulan Oktober 2019 kondisi matahari sedang berada tepat diatas langit Jawa Tengah. 

"Jadi, secara umum wilayah Jateng paling banyak menerima radiasi matahari. Radiasi yang diserap pada siang, akan dilepaskan oleh bumi ketika malam. Itulah yang membuat suhu terasa gerah," paparnya.

Fenomena ini memunculkan adanya gumpalan awan saat malam hari. Proses udara menjadi awan dimana istilahnya berkondensasi disertai melepas energi panas. "Jadinya memang terasa sumuk," bebernya.

Tak cuma itu saja, ini juga dipengaruhi adanya peralihan musim menuju penghujan yang diperkirakan jatuh pada Oktober-November 2019.

"Dalam dunia meteorologi, kita mengenal suhu yang terukur di alat termometer dan suhu dirasakan. Bisa jadi suhu yang tercatat 33 derajat tapi tiap orang mungkin merasakan efek yang berbeda ada yang biasa aja, ada yang merasa gerah," pungkasnya.

Baca Juga: Kemarau Panjang, Ribuan Warga Semarang Mengalami Gangguan Pernapasan

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Just For You