Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Manfaatkan Mesin Jahit Kuno, Rico Kini Sukses Jualan Baju Anak

IMG_20251128_100359.jpg
Seorang penjahit teliti saat ngobras kain di rumah produksi toko online Haearra Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pandemik COVID-19 tahun 2022 selain dianggap musibah, nyatanya juga membawa berkah. Setidaknya masa pandemik mengajarkan Enrico Candra untuk bangkit dari keterpurukan. 

Rico, sapaan akrabnya yang tinggal di area Kelurahan Karangkidul Semarang itu harus jatuh bangun menghidupi istri dan anaknya di tengah situasi pandemik. 

"Awalnya saya emang kerjaanya di proyek. Cuman pas COVID-19 kan semua terhambat. Orderan banyak yang ndak kebayar. Terus lama-lama mulai seret. Ya akhirnya saya mulai mikir kita ndak bisa begini terus. Soalnya saya punya tanggungan istri sama anak masih kecil di rumah," kata Rico, Jumat (28/11/2025). 

Setelah lama berpikir, ia rupanya tak sengaja melihat sebuah mesin jahit di gudang rumahnya. Mesin jahit itu tampak sudah tua. Tapi justru dari mesin jahit itulah yang akhirnya mengubah jalan hidupnya. 

Alhasil ia memutuskan membuat bisnis baju anak dengan menyulap rumahnya di kampung Karangkidul menjadi tempat usaha. Semua proses produksinya dimulai dari nol. 

"Pas saya mikir usaha apa yang bisa nambah penghasilan, eh gak sengaja lihat ada mesin jahit usianya udah 30 tahun, udah kuno begitu di belakang rumah. Mau gak mau ya saya pakai. Saya coba-coba bikin baju anak. Tapi semuanya dimulai dari otodidak," akunya. 

Sehari-harinya Rico dibantu seorang kenalannya untuk membuat desain baju anak, mengukur kain sampai menjahit. Ketelatenannya baru membuahkan hasil tiga minggu pasca menemukan mesin jahit tersebut. 

"Seingat saya tiga minggu setelah saya mulai usaha bikin baju anak, itu baru ada yang beli. Yang beli pertama kali dari tante, terus saudara di lain hari ada yang nyobain beli satu," tutur bapak satu anak ini. 

Dari satu orderan. Lambat-laun menjadi dua orderan, tiga orderan sampai seterusnya. Apa yang dilakukan Rico adalah sebuah keberhasilan menggabungkan sebuah keberuntungan, momentum sekaligus daya juang yang tinggi. 

Rico berhasil gabungkan timing, momentum dan kekuatan aplikasi online

Keberhasilan Rico dalam berjualan baju anak juga tak lepas dari taktik memilih aplikasi online yang tepat. 

Rico bilang pas awal berjualan baju anak, ia memang memutuskan memakai aplikasi Shopee. Rupanya aplikasi berwarna oranye itu sangat berjodoh dengan usahanya. 

Di aplikasi Shopee itulah ia menautkan nama merek produknya pertama kali yakni Haearra. Yang diambil dari nama panggilan anak kesayangannya. 

"Brand baju anak yang saya bikin namanya Haearra. Nama belakangnya diambil dari nama anak saya," urainya.

Hampir saban hari ia pun rajin mengunggah ragam varian produknya. Mulai baju anak ukuran balita, anak SD sampai variasi ukuran lainnya. Harganya pun dipatok kisaran Rp65 ribu-Rp200 ribu. 

"Saya dari awal merasa paling cocok jualannya ya di Shopee. Dan kalau penjual lain misal sering protes sama aplikasinya, kalau saya ndak pernah komplain ke platform. Soalnya kita sistemnya nitip barang untuk dijualkan. Jadi kalau ada promo diskon ya harganya tinggal dinaikin," kata Rico. 

Dengan setia memakai Shopee, ia menuai berkah. Yang tadinya produknya hanya terjual satu sampai dua produk, berkat Shopee, produknya bisa terjual 30 resi saban hari. 

Bahkan saat bulan puasa tiba produknya tambah laris manis. Rico menyebut selama puasa bisa menjual 200 resi baju anak sekaligus. 

Sampai sekarang konsumennya sudah menyebar. Dari ujung Aceh sampai Lombok Nusa Tenggara Barat. Produk baju anaknya juga diminati sejumlah konsumen di Malaysia dan Singapura. 

"Saya awalnya terima resi namanya kok aneh. Terus saya putusin kirim aja dulu. Ternyata benar-benar sampai ke Singapura," paparnya. 

Rico kini punya 15 pegawai. "Dulu pegawainya hanya dua. Sekarang sudah ada 15 orang," ujarnya. 

Atas keberhasilannya jualan baju online, ia berharap bisa menginspirasi masyarakat Semarang. Bagi mereka yang kerap mengeluh sulit dapat kerjaan atau bayaran minim, sebaiknya meniru keuletan dan aksi nekat Rico memulai bisnis. 

Rico paling tidak bisa membuktikan from zero to hero. Rico mengingatkan kalau berbisnis, jangan gampang mengeluh. 

Kurangi flexing, banyak-banyak berdoa dan senantiasa fokus pada tujuan menjadi modal keberhasilan menjalankan bisnis. 

"Kalau mau bisnis jangan banyak ngeluh. Pelan-pelan aja jalanin," pungkasnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest Life Jawa Tengah

See More

Manfaatkan Mesin Jahit Kuno, Rico Kini Sukses Jualan Baju Anak

30 Nov 2025, 16:01 WIBLife