Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seberapa Bahayakah GERD? Ini 5 Fakta yang Wajib Kamu Tahu

Sensasi Gerd & Anxiety
Ilustrasi Gerd & Anxiety
Intinya sih...
  • GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi serta peradangan.
  • Faktor risiko GERD termasuk berat badan berlebih, merokok, pola makan tinggi lemak, dan gaya hidup pasif.
  • GERD dapat menyebabkan jaringan parut, Barrett’s Esophagus, gangguan tidur, dan menurunkan kualitas hidup.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu sering merasa dada panas, perih di tenggorokan, atau sulit menelan? Bisa jadi itu tanda GERD. Banyak orang menganggapnya cuma masalah sepele seperti maag, padahal kalau dibiarkan, efeknya bisa serius.

Nah, ini dia 5 fakta penting soal GERD, mulai dari apa itu, siapa yang berisiko, sampai cara terbaik untuk mengatasinya. Yuk simak selengkapnya!

1. Apa sebenarnya GERD itu?

ilustrasi gangguan pencernaan (pexels.com/Sora Shimazaki)
ilustrasi gangguan pencernaan (pexels.com/Sora Shimazaki)

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Banyak orang kadang mengalami refluks asam, tapi kalau terjadi terus-menerus dan menimbulkan peradangan, itu sudah termasuk GERD. Penyebab utamanya adalah otot katup di bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter) yang lemah atau tidak menutup sempurna, sehingga asam dari lambung bisa naik ke atas.

Kalau hal ini terjadi terus-menerus, lapisan dalam kerongkongan bisa meradang bahkan luka. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan jaringan parut dan mempersempit saluran kerongkongan. Karena itu, penting mengenali tanda-tanda GERD sejak awal agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih berat.

2. Siapa yang berisiko GERD dan seberapa umum kondisi ini?

ilustrasi junk food (unsplash.com/Nathan Dumlao)
ilustrasi junk food (unsplash.com/Nathan Dumlao)

GERD ternyata cukup sering terjadi. Di negara-negara Barat, sekitar 10–20% orang dewasa mengalami kondisi ini, dan angkanya terus meningkat di Asia. Menurut data dari BMC Gastroenterology, sekitar 14% populasi dunia mengalami gejala GERD secara rutin. Artinya, hampir 1 dari 7 orang bisa terkena masalah ini di suatu waktu.

Faktor risikonya cukup beragam. Berat badan berlebih, merokok, pola makan tinggi lemak, konsumsi makanan pedas atau asam, serta kebiasaan makan larut malam dapat memperburuk kondisi. Orang dengan gaya hidup pasif juga lebih mudah terkena GERD, sedangkan mereka yang aktif berolahraga punya risiko sekitar 20% lebih rendah. Jadi, memperbaiki gaya hidup menjadi langkah penting untuk mencegah dan mengontrol GERD.

3. Bahaya tersembunyi dari GERD

ilustrasi sakit (unsplash.com/National Cancer Institute)
ilustrasi sakit (unsplash.com/National Cancer Institute)

Banyak orang berpikir GERD hanya soal rasa panas di dada, padahal efeknya bisa jauh lebih luas. Ketika asam lambung terus naik ke kerongkongan, lapisan dindingnya bisa mengalami peradangan (esofagitis), luka, bahkan pendarahan. Jika berlangsung lama, bisa terbentuk jaringan parut yang mempersempit saluran makan, membuat menelan jadi sangat sulit dan menyakitkan.

Masalah lain yang lebih serius adalah Barrett’s Esophagus, yaitu perubahan pada jaringan kerongkongan akibat paparan asam terus-menerus. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker esofagus. Selain itu, GERD juga bisa memicu batuk kronis, gangguan suara, kerusakan gigi, hingga memperburuk asma. Jadi, meskipun tampak ringan, GERD sebetulnya bisa memengaruhi banyak organ tubuh jika tidak ditangani dengan benar.

4. Dampak GERD terhadap kualitas hidup

ilustrasi gangguan makan (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi gangguan makan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Hidup dengan GERD bisa sangat mengganggu. Banyak penderita sulit tidur karena gejala sering muncul saat berbaring, dan mereka harus berhati-hati dalam memilih makanan. Rasa terbakar di dada atau tenggorokan yang datang tiba-tiba bisa membuat seseorang cemas bahkan stres, terutama saat sedang di tempat umum atau bekerja.

Selain ketidaknyamanan fisik, GERD juga berdampak pada mental. Beberapa orang jadi takut makan di luar atau bepergian karena khawatir gejalanya kambuh. Dalam jangka panjang, hal ini menurunkan rasa percaya diri dan kualitas hidup. Pengobatan dini dan pengaturan gaya hidup sangat membantu untuk mengurangi beban ini dan membuat hidup lebih nyaman.

5. Cara menghadapi GERD dengan bijak

ilustrasi makanan sehat (pexels.com/Nathan Cowley)
ilustrasi makanan sehat (pexels.com/Nathan Cowley)

Kabar baiknya, GERD bisa dikendalikan dengan cara yang tepat. Langkah pertama adalah mengubah gaya hidup, makan lebih sering tapi dalam porsi kecil, hindari makanan pemicu seperti pedas, lemak tinggi, kopi, cokelat, dan alkohol. Jangan langsung berbaring setelah makan, jaga berat badan tetap ideal, berhenti merokok, dan usahakan kepala lebih tinggi saat tidur. Langkah sederhana ini terbukti bisa mengurangi gejala secara signifikan.

Selain perubahan gaya hidup, dokter biasanya meresepkan obat untuk membantu. Proton Pump Inhibitors (PPI) digunakan untuk menekan produksi asam lambung, sementara H2 receptor blockers atau antasida membantu pada gejala yang lebih ringan. Jika gejala tidak membaik, dokter dapat melakukan pemeriksaan seperti endoskopi atau pH monitoring untuk memastikan diagnosis. Dalam kasus tertentu, operasi seperti Nissen Fundoplication atau prosedur tanpa sayatan (Transoral Incisionless Fundoplication) menjadi pilihan.

GERD bukan sekadar sakit maag biasa. Jika dibiarkan, bisa menimbulkan komplikasi serius yang memengaruhi kesehatan dan kenyamanan hidup sehari-hari. Dengan mengenali gejala, memperbaiki pola makan dan gaya hidup, serta berkonsultasi dengan dokter bila perlu, kamu bisa mengendalikan GERD dengan baik. Jangan menunggu parah dulu untuk bertindak, semakin cepat ditangani, semakin ringan dampaknya bagi tubuhmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest Life Jawa Tengah

See More

7 Ornamen Imlek Paling Ikonik yang Wajib Ada di Rumah Kamu

30 Jan 2026, 06:00 WIBLife