Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
15 Titik Jalur Alternatif Bisa Dilalui Pemudik di Kota Semarang
Ilustrasi Mudik (ANTARA FOTO/ Raisan Al Farisi/wsj)
  • Dishub Kota Semarang menyiapkan 15 titik jalur alternatif bagi pemudik Lebaran 2026 untuk mengurai kepadatan lalu lintas di pusat kota.
  • Pemudik dari arah Barat menuju Solo dan Jogja disarankan melewati jalur Ngaliyan, Mijen, hingga Ungaran agar terhindar dari kemacetan kota.
  • Jalur alternatif dilengkapi rambu portabel dan tambahan lampu PJU guna meningkatkan keamanan serta kenyamanan perjalanan pemudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyiapkan 15 titik jalur alternatif yang dapat dilalui pemudik pada arus mudik Lebaran 2026. Jalur tersebut untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di pusat kota.

1. Mudahkan pemudik di Semarang

Ilustrasi mudik (unsplash.com/Abdul Ridwan)

Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, 15 titik jalur alternatif ini sudah disertai dengan penambahan rambu portabel untuk memudahkan pemudik.

“Dengan adanya jalur alternatif ini, pemudik yang tidak lewat jalur tol bisa melalui sehingga tidak terjebak di dalam kota,” ungkapnya, Senin (16/3/2026).

2. Hindari kepadatan di pusat kota

Suasana ruas Tol Jatingaleh Semarang saat siang hari. (IDN Times/Dok Humas Jasa Marga Semarang)

Sebagai informasi, pemudik dari arah Barat yang akan menuju arah Solo dan Jogja bisa memilih jalur pinggiran Semarang untuk menghindari kepadatan di pusat kota.

“Dari Barat itu bisa lewat (jalur alternatif) Ngaliyan, Mijen, Ungaran. Harapannya, pemudik yang ke arah Solo dan Jogja itu mudah lewat situ,” terang Danang.

Selanjutnya, pemudik dari arah Timur yakni Surabaya – Demak bisa melewati jalan arteri untuk menghindari kawasan Simpang Lima.

3. Ada tambahan lampu PJU

Anggota polisi dari Satlantas Polres Kudus bersama anggota Dinas Perhubungan (Dishub) memasang rambu-rambu lalu lintas di Jalan lingkar pantura Desa Jepang, Mejobo Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Kemudian, dari arteri ketika sudah tiba di Kalibanteng bisa melewati Jalan Pamularsih kemudian bisa naik menuju ke Jalan Perintis Kemerdekaan untuk menuju arah luar kota.

“Jalur-jalur tersebut selain kami tambah rambu portabel juga ada tambahan lampu PJU,” pungkas Danang.

Editorial Team