Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2 Kader Demokrat Tidak Gabung KIM Plus: Kami Tetap Menangkan Pak Luthfi
Ketua Dewan Pembina Tim Pemenangan Luthfi-Yasin Bibit Waluyo, Gus Yasin, Ahmad Luthfi dan Ketua Demokrat Jateng Rinto Subekti saat di Hotel Santika Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Dua kader Partai Demokrat yang maju sebagai kepala daerah di Jawa Tengah diketahui memilih berkoalisi dengan partai diluar KIM Plus. Keduanya memilih menggandeng partai sebelah alias PDIP dalam Pilkada serentak. 

1. Dua kader Demokrat koalisi dengan partai sebelah

Ketua Demokrat Jateng Rinto Subekti. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ketua Demokrat Jateng, Rinto Subekti pun menyoroti keputusan kedua kadernya tersebut karena justru sejak awal pimpinan majelis tinggi Demokrat telah memutuskan untuk ikut mengusung pencalonan paslon gubernur nomor urut 2, Luthfi-Yasin. 

"Dari total 11 kader milik kita yang maju sebagai calon bupati dan walikota, ada dua kader kami yang berkoalisi dengan partai sebelah. Tetapi kami jamin dan berkomitmen untuk menangkan pasangan calon gubernur Pak Luthfi dan Gus Yasin," kata Rinto tatkala membuka kegiatan rapat konsolidasi pemenangan Pilgub Jateng di Hotel Santika Semarang, Minggu (6/10/2024). 

2. Sudah bergerak menangkan Luthfi-Yasin

Ketua Dewan Pembina Tim Pemenangan Luthfi-Yasin Bibit Waluyo, Cawagub Jateng Taj Yasin Maimoen, Cagub Ahmad Luthfi, Ketua Demokrat Jateng Rinto Subekti dan Bendahara Demokrat Jateng Kartina Sukawati. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Luthfi-Yasin tidak perlu khawatir dengan fenomena yang muncul di internal partainya. Sebab, mayoritas kader dan pengurus partainya sudah sepakat untuk memenangkan Luthfi-Yasin dengan bergerak masif mengkampanyekan paslon tersebut di tiap kabupaten/kota.

Bahkan pemasangan baliho bergambar Luthfi-Yasin terus dilakukan secara serentak. 

"Jadi tidak udah khawatir karena seluruh kader Demokrat akan tetap menangkan Luthfi-Yasin dan sudah memasang baliho di 35 kabupaten/kota. Kalau ada kader berpasangan dengan partai sebelah maka wajib hukumnya untuk memenangkan Luthfi-Yasin," ungkap Rinto. 

3. Rinto pimpinan apel pemenangan Luthfi-Yasin

Pimpinan DPC Demokrat Wonogiri saat ikut konsolidasi pemenangan bagi Luthfi-Yasin di Hotel Santika Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Secara khusus, ia menegaskan bagi kader yang kedapatan tidak memenangkan Luthfi-Yasin pada kontestasi Pilgub Jateng, maka sanksi berat akan menanti. Sanksi yang dimaksud Rinto yaitu akan memecat kader yang bersangkutan. 

"Apabila ada kader yang tidak memenangkan Pak Luthfi maka akan direkomendasikan untuk dipecat. Kenapa kita harus menangkan pasangan Luthfi-Yasin, karena Ketua Majelis Tinggi sudah berikan rekomendasi kepada Luthfi-Yasin. Ini karena kita sudah capek Jawa Tengah dikelola gubernur dari partai sebelah. Kami ingin Jateng yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi. Agar menjadi provinsi paling maju di Indonesia," bebernya. 

Untuk mencapai target pemenangan Pilgub, maka pihaknya telah membagi tugas dengan sejumlah pimpinan DPD Demokrat Jateng. Pihaknya juga telah menjadwalkan untuk turun langsung ke tiap DPC guna mengkampanyekan pemenangan Luthfi-Yasin pada 20 Oktober nanti. 

"Pada 20 Oktober nanti saya akan memimpin apel dari tingkatan ranting sampai DPC setiap kabupaten/kota. Memang ada pembagian tugas saya kebaikan tugas di 4 kabupaten kota dan beberapa daerah lainnya dihandle Mbak Ina (Bendahara Demokrat Jateng, Kartina Sukawati)," tuturnya. 

4. Luthfi punya hubungan historis dengan SBY

Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) ajak masyarakat Jawa Timur (Jatim) melukis bersama (dok. Istimewa)

Cagub Jateng nomor urut 2, Ahmad Luthfi mengklaim punya kedekatan historis yang panjang dengan Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Ia mengaku komunikasinya dengan SBY terjalin cukup lama termasuk saat berbagi rasa ketika istrinya dan Ani Yudhoyono sama-sama terbaring sakit. "Ibu Ani Yudhoyono dan istri saya sakitnya sama, rumah sakitnya juga sama. Maka ketika istri saya dan Bu Ani meninggal dunia, kami merasakan kesedihan yang sama," akunya. 

5. Akan ubah Jateng jadi tempat investasi

Luthfi bergaya dengan relawan di Klaten sambil tunjukan simbol L. (IDN Times/bt)

Oleh sebab itulah, ketika dirinya maju sebagai calon gubernur, SBY langsung memberikan doa restu secara lahir dan batin. 

"Kepada para calon walikota dan bupati yang hadir, tolong cantolkan nama anda kepada kami," tuturnya. 

Ia menekankan Jawa Tengah adalah Jawanya Jawa. Pihaknya bertekad mengembalikan kejayaan Jawa Tengah agar tidak tertinggal dengan propinsi lainnya. 

Jika selama ini Jateng dikenal sebagai tempat pulang kampungnya para perantau, maka saat dirinya terpilih sebagai gubernur Jateng perlu mengubah paradigma bahwa Jateng harus dijadikan lokasi investasi. 

"Kita kembalikan Jawanya Jawa yang punya segala hal tidak boleh kalah dengan propinsi lain. Angka kemiskinan 10,47 persen. Jateng harus jadi pulangnya tempat investasi. Maka harus jadi propinsi yang maju menuju Indonesia Emas 2045. Harus punya daya saing inovatif, jadi lumbung pangan," tegasnya. 

Editorial Team

Related Article