Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20 Ponpes Karesidenan Pati Diminta Istiqomah Ikut Berdayakan Koperasi
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen bersama pengasuh ponpes di Pati menjelaskan manfaat pembuatan koperasi yang berdaya saing tinggi. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Pati, IDN Times - Tak kurang 20 pondok pesantren (ponpes) wilayah eks-Karesidenan Pati diminta ikut berpartisipasi dalam pemberdayaan koperasi

Saat Bimbingan teknis (Bimtek) pemberdayaan koperasi pondok pesantren sebagai pendidikan sosial dan ekonomi santri, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen menuturkan, pesantren tidak boleh hanya berfungsi sebagai pendidikan saja. Namun, juga harus memiliki fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat. Ketiganya, tidak akan bisa berjalan tanpa adanya kemandirian ekonomi. 

"Harapannya ini bisa berjalan terus, dan tentu saja istiqomah," ujar Gus Yasin di Auditorium Pesantren Maslakul Huda Pati, Jumat (17/4/2026). 

Ia pun mengingatkan bahwa para santri semestinya menguasai teknologi, supaya dalam menjalankan usahanya bisa berjalan secara maksimal. 

Lebih lanjut, ia berharap bimtek memberikan pelatihan dalam hal pemasaran. 

Jika terjadi over produksi, ada langkah yang akan dilakukan dalam mencari pasar di tempat-tempat yang lebih luas. 

Adapun pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop) Jawa Tengah sangat penting. Kegiatan ini juga sebagai upaya agar pesantren dapat turut andil dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. 

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Maslaul Huda, Abdul Ghaffar Rozon mengatakan, Bimtek bertujuan agar menggugah para santri untuk menjadi enterpreneur pertanian dan peternakan. 

"Harapannya, para santri bersedia menjadi enterpreneur pertanian dan perikanan. Dan  menjadi salah satu pondasi kemandirian, baik kemandirian personal maupun pesantren," ujar Gus Ghaffar. 

Editorial Team