26 Sekolah Grobogan Kebanjiran, Ahmad Luthfi: Siapkan Jalur Alternatif

- Luthfi sarankan buat jalur alternatif yang masif. Tenaga kesehatan diterjunkan untuk memastikan layanan medis tetap berjalan di wilayah terdampak.
- Menteri PU diklaim sudah alokasikan anggaran normalisasi 2026. Ahmad Luthfi meminta normalisasi Sungai Tuntang segera direalisasikan untuk solusi jangka panjang.
- Luthfi: Bencana ini milik bersama, bukan saling menyalahkan. Penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu antara Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Grobogan, Pemkab Demak, serta kementerian terkait.
Grobogan, IDN Times - Sebanyak 26 sekolahan setingkat SD sampai SMA di Kabupaten Grobogan terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat menangani kebutuhan dasar masyarakat.
Distribusi bantuan permakanan dan logistik, penyediaan alat tulis serta perlengkapan sekolah, hingga pendataan petani untuk pengajuan asuransi gagal panen menjadi prioritas jangka pendek.
“Dinas pendidikan mengintervensi 26 SMA yang terendam, termasuk SD dan SMP. Inventarisasi dampak yang diderita warga harus dilakukan, termasuk pemberian trauma healing,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
1. Luthfi sarankan buat jalur alternatif yang masif

Selain itu, tenaga kesehatan diterjunkan untuk memastikan layanan medis tetap berjalan di wilayah terdampak.
Pemerintah provinsi juga mengerahkan mobil Speling guna menjangkau warga di titik-titik pengungsian maupun lokasi yang sulit diakses.
Soal infrastruktur, Luthfi juga bilang pentingnya percepatan penyambungan kembali akses jalan utama yang terputus. Sambil menunggu pemasangan jembatan armco, ia menginstruksikan jajaran kepolisian setempat menyiapkan dan menyosialisasikan jalur alternatif secara masif.
Ini dikerjakan agar pergerakan masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga.
2. Menteri PU diklaim sudah alokasikan anggaran normalisasi 2026

Untuk solusi jangka panjang, Ahmad Luthfi meminta normalisasi Sungai Tuntang segera direalisasikan. Saat meninjau lokasi, ia menghubungi Menteri Pekerjaan Umum yang membawahi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Dalam panggilan telepon tersebut, menteri memberikan jawaban kalau pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran normalisasi pada 2026 dan tinggal menunggu pelaksanaan.
“Semoga dengan normalisasi sungai tidak terjadi banjir lagi,” kata Luthfi.
3. Luthfi: Bencana ini milik bersama, bukan saling menyalahkan

Dalam rapat koordinasi penanganan darurat banjir Demak dan Grobogan di Kantor Kecamatan Gubug, ia menegaskan, penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu antara Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Grobogan, Pemkab Demak, serta kementerian terkait.
Semua warga terdampak harus didata dan dibantu secara menyeluruh.
“Bencana ini milik bersama. Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan saling mengisi sesuai peran masing-masing, baik kementerian, provinsi, maupun kabupaten, untuk mengatasi permasalahan banjir ini,” urainya.


















