Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Blok Kamar Lapas Kedungpane Semarang Dirazia, Petugas Curiga Gelagat Napi
Seorang tentara menggeledah kamar napi yang ada sebuah bingkai foto. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane)
  • Petugas gabungan merazia 32 kamar di tiga blok Lapas Kedungpane Semarang pada 15 September 2026, setelah mencurigai gelagat sejumlah narapidana.
  • Razia menemukan gunting, senjata tajam rakitan, alat pemanas rakitan, dan kaca; pemilik barang akan dikenai sanksi sesuai ketentuan.
  • Tes urine terhadap 50 narapidana dan 20 petugas seluruhnya negatif, sementara lapas menyatakan pengawasan penyalahgunaan serta peredaran gelap akan terus dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa malam (15/9/2026)

Petugas gabungan merazia 32 kamar di blok Citrawirya, Drupada, dan Ekalawya di Lapas Kedungpane. Sejumlah warga binaan menjalani tes urine karena dicurigai berpotensi menggunakan obat terlarang.

Rabu pagi (16/9/2026)

Kepala Lapas Ahmad Tohari menyatakan razia menemukan gunting, senjata tajam rakitan, alat pemanas rakitan, dan kaca. Seluruh 50 narapidana serta 20 petugas yang dites urine dinyatakan negatif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Razia di tiga blok kamar hunian Lapas Kelas IA Kedungpane menemukan gunting, senjata tajam rakitan, alat pemanas rakitan, dan kaca.
  • Who?
    50 petugas lapas dan Ditjen PAS, lima personel Koramil Ngaliyan, lima personel Polsek Ngaliyan, anggota BNNP, serta narapidana dan petugas Lapas Kedungpane terlibat dalam kegiatan.
  • Where?
    Penggeledahan dilakukan di 32 kamar pada blok Citrawirya, Drupada, dan Ekalawya di Lapas Kelas IA Kedungpane, Semarang.
  • When?
    Razia berlangsung pada Selasa malam, 15 September 2026. Kepala Lapas Ahmad Tohari menyampaikan hasil kegiatan pada Rabu pagi, 16 September 2026.
  • Why?
    Razia dilakukan sebagai deteksi dini rutin untuk mencegah kepemilikan barang terlarang, penyalahgunaan narkotika, dan peredaran gelap di dalam lapas.
  • How?
    Petugas memulai kegiatan dengan apel kesiapsiagaan, lalu menggeledah kamar. Tenaga kesehatan melakukan tes urine terhadap 50 narapidana dan 20 petugas; seluruh hasilnya negatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Petugas memeriksa tiga blok kamar di Lapas Kedungpane Semarang. Ada 50 petugas dan polisi yang ikut. Mereka memeriksa 32 kamar karena beberapa napi terlihat aneh. Petugas menemukan gunting, benda tajam buatan, alat panas, dan kaca. Sebanyak 50 napi dan 20 petugas dites urine, lalu hasilnya negatif. Petugas akan terus mengawasi lapas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Sejumlah narapidana tepergok memperlihatkan gelagat yang janggal saat para petugas gabungan menggeledah tiga blok kamar hunian di Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang. 

Tak kurang 50 petugas lapas dan Ditjen PAS bersama lima personel Koramil Ngaliyan, lima personel Polsek Ngaliyan dan anggota BNNP yang merazia kamar-kamar narapidana, Selasa malam (15/9/2026). 

Razia diawali dari apel kesiapsiagaan para petugas di dalam lapas. Setelahnya mereka menyebar ke tiga blok kamar hunian narapidana yakni blok Citrawirya, Drupada dan Ekalawya. 

Informasi dari Lapas Kedungpane menyebutkan terdapat 32 kamar berhasil dirazia.

Sejumlah tenaga kesehatan juga menemukan beberapa warga binaan yang berpotensi menggunakan obat terlarang yang kemudian dilakukan tes urine.

Kepala Lapas Kedungpane, Ahmad Tohari mengatakan razia pekat di lapasnya semata untuk deteksi dini yang telah rutin dilaksanakan.

"Dari kegiatan yang dilakukan, kami memperoleh temuan berupa gunting, senjata tajam rakitan, alat pemanas rakitan serta kaca. Alat tersebut tentunya sangat membahayakan sesama, untuk pemilik nanti akan dijatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya, Rabu pagi (16/9/2026). 

Walau begitu, ia mengklaim bahwa razia di kamar narapidana tetap mengedepankan perilaku yang humanis. 

Razia menargetkan barang larangan seperti alat komunikasi, narkotika, benda tajam dan pemanas rakitan.

Sementara itu untuk kegiatan tes urine, dari 50 narapidana dan 20 petugas, katanya semuanya dinyatakan negatif. 

"Namun tidak berhenti disini, kami akan pantau terus demi memutus rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap khususnya di dalam lapas," katanya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article